Pengertian Zakat, Perhitungan, Tujuan dan Manfaatnya di Berbagai Aspek

Pelayananpublik.id- Zakat merupakan salahsatu kewajiban kaum Muslimin kepada sesamanya. Zakat adalah sebagian harta yang wajib disisihkan untuk orang yang berhak menerimanya.

Pengertian Zakat

Zakat merupakan rukun Islam yang keempat. Tujuan dari berzakat bukan sekadar menunaikan kewajiban, tapi juga untuk membersihkan harta, mensucikan diri, serta berbagi dengan orang-orang yang membutuhkan.

Oleh karena itu, hukum zakat adalah wajib bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Zakat juga merupakan bentuk ibadah seperti shalat, puasa, dan lainnya dan telah diatur dengan rinci berdasarkan Al-Quran dan Sunnah.

Zakat juga mengajarkan seseorang akan keikhlasan dan kedermawanan, sekaligus meningkatkan rasa kepedulian terhadap penderitaan fakir miskin.

Jenis Zakat ada dua yakni zakat fitrah, zakat maal atau zakat harta dan zakat penghasilan.

Kewajiban berzakat telah diatur dalam Alquran di beberapa surat di dalamnya. Sebab umat Islam tidak boleh acuh terhadap saudaranya yang kekurangan. Umat Islam harus saling membantu, salahsatunya dengan berzakat.

Beda Zakat, Sedekah dan Infaq

Meski sama-sama merupakan aktifitas memberi, zakat, sesekah dan infaq adalah hal yang berbeda.

Zakat merupakan sebagian harta yang sudah ditentukan jumlahnya untuk diberikan kepada 8 golongan penerima zakat.

Sedangkan sedekah adalah kewajiban memberikan sebagian harta kepada orang lain yang membutuhkan. Jumlah dan penerimanya tidak ditentukan.

Menurut ahli fiqih, pengertian infak adalah semua jenis pembelanjaan seorang muslim untuk kepentingan diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat.

Bisa dibilang infak dan sedekah adalah pemberian sebagian harta, tenaga atau apapun yang berguna bagi orang lain di jalan Allah.

Mengenai waktu pemberian, maka zakat diberikan pada waktu khusus. Zakat fitrah diberikan menjelang Idul Fitri sedangkan zakat maal dibayarkan ketika telah mencapai nisabnya dan dimiliki penuh selama setahun.

8 Golongan Penerima Zakat

Orang-orang yang berhak menerima zakat bukan hanya fakir dan miskin melainkan ada golongan lain yang sudah diatur dalam hukum Islam.

Adapun 8 golongan yang berhak menerima zakat adalah sebagai berikut.

1. Fakir

Fakir adalah golongan orang-orang yang sangat susah. Fakir merupakan orang yang sulit memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari karena tidak punya penghasilan.

2. Miskin

Miskin adalah golongan di atas fakir. Jika fakir tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya maka golongan miskin masih bisa.

Mereka hidup pas-pasan dan pengjasilannya hanya cukup untuk makan dan minum sehari-hari saja. Maka golongan ini berhak menerima zakat.

3. Amil

Amil adalah mereka adalah orang-orang yang mengurus zakat mulai dari penerimaan zakat hingga menyalurkannya kepada orang yang membutuhkan. Amil ini juga bertugas mendata kaum yang berhak menerima zakat. Amil memiliki tanggungjawab besar di hadapan Allah SWT karena yang mereka atur adalah amanah dari umat untuk kaum yang membutuhkan

4. Mu’allaf

Selain orang miskin dan tidak mampu, golongan yang juga berhak menerima zakat adalah para muallaf atau orang yang baru masuk Islam.

Ini bertujuan agar orang-orang semakin mantap meyakini Islam sebagai agamanya, Allah sebagai tuhan dan Muhammad sebagai rasulNya.

5. Memerdekakan Budak

Di zaman dahulu, banyak orang yang dijadikan budak oleh saudagar-saudagar kaya. Zakat inilah, zakat digunakan untuk membayar atau menebus para budak agar mereka dimerdekakan. Orang-orang yang memerdekakan budak juga berhak menerima zakat.

6. Gharim

Gharim merupakan orang yang memiliki hutang. Orang yang memiliki hutang berhak menerima zakat. Namun, orang-orang yang berhutang untuk kepentingan maksiat seperti judi dan berhutang demi memulai bisnis lalu bangkrut, hak mereka untuk mendapat zakat akan gugur.

7. Sabilillah

Yang dimaksud dengan sabilillah adalah segala sesuatu yang bertujuan untuk kepentingan di jalan Allah. Misal, pengembang pendidikan, dakwah, kesehatan, panti asuhan, madrasah diniyah dan masih banyak lagi.

8. Ibnu Sabil

Ibnu Sabil disebut juga sebagai musaffir atau orang-orang yang sedang melakukan perjalanan jauh termasuk pekerja dan pelajar di tanah perantauan.

Perhitungan dan Cara Membayar Zakat

– Zakat Fitrah per orang = 3,5 liter x harga beras per liter. Contoh: harga beras yang biasa Anda makan sehari-hari Rp 10.000 per liter, maka zakat fitrah yang harus dibayar per orang sebesar Rp 35.000. Jika dihitung dari segi berat, maka zakat fitrah per orang = 2,5 kg x harga beras per kg.

– Zakat Maal

Perhitungan Zakat Maal adalah 2,5% x jumlah harta yang tersimpan selama 1 tahun. Menghitung nisab zakat maal = 85 x harga emas pasaran per gram.

Misalnya Anda punya tabungan Rp 100 juta, deposito Rp 200 juta, rumah kedua yang dikontrakkan senilai Rp 500 juta, dan emas perak senilai Rp 200 juta. Total harta yang dimiliki Rp 1 miliar. Dan semua harta sudah dimiliki sejak 1 tahun lalu.

Misal harga 1 gram emas sebesar Rp 600 ribu, maka batas nisab zakat maal 85 x Rp 600 ribu = Rp 51 juta.

Karena harta Anda lebih dari limit nisab, maka Anda harus membayar zakat maal sebesar Rp 1 miliar x 2,5% = Rp 25 juta per tahun.

– Zakat penghasilan

Perhitungan zakat penghasilan adalah total pendapatan dengan utang hasilnya dikali 2,5%.

Adpaun nisab zakat penghasilan adalah 520 x harga makanan pokok.

Jadi misalnya Anda memiliki gaji Rp7 juta sebulan. Uang jula-jula (arisan) Rp 1 juta maka total penghasilan Anda Rp6 juta perbulan.

Sementara, rata-rata harga beras 1 kg adalah Rp 10 ribu. Jadi batas nisab zakat penghasilan 520 x Rp 10 ribu = Rp 5,2 juta. Jadi gaji Anda yang sudah dikurangi hutang Rp6 juta itu sudah melebihi nisab maka Anda wajib mengeluarkan zakat penghasilan.

Perhitungannya Rp6 juta x 2,5% = Rp 150 ribu per tahun.

Cara membayar zakat Anda bisa mendatangi Amil zakat di masjid terdekat. Atau mendatangi kantor Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Tak mau repot, Anda juga bisa membayar zakat secara online.

Baznas kini sudah mejediakan layanan pembayaran zakat secara online beserta aplikasi kalkulator penghitungan zakat.

Manfaat Zakat

Manfaat zakat bukan hanya untuk pribadi umat muslim yang ingin meningkatkan ketaqwaannya pada Allah SWT. Tapi juga bermanfaat bagi kesejahteraan umat.

Umat Islam diwajibkan untuk peduli kepada sesamanya. Maka dengan berzakat mereka sudah membantu sesamanya.

Lantas apa saja manfaat zakat dari berbagai aspek?

1. Aspek Keagamaan

– Zakat termasuk rukun Islam yang harus senantiasa dikerjakan yang menjadikan seseorang merasakan kebahagiaan di dunia dan juga di akhirat kelak.

– Zakat adalah sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT dan bisa meningkatkan keimanan dan ketaatan kepada Allah SWT.

– Zakat memasukkan muzakki ke dalam golongan orang dermawan yang mempunyai sifat mulia berupa kedermawanan dan rasa toleransi yang tinggi.

– Zakat bisa meningkatkan rasa kasih sayang dan juga simpati pada diri muzakki terhadap para saudaranya yang sedang kekurangan. Allah sangat mencintai orang-orang yang mencintai saudaranya yang sedang dilanda kekurangan.

– Pengorbanan raga dan juga harta bagi kaum muslimin bisa menjadikan seseorang lapang dada dan melegakan jiwa. Selain itu bisa menjadikan seseorang lebih dicintai orang lain, karena yang diberikan kepada para saudaranya menimbulkan manfaat besar.

– Zakat mampu memperbaiki akhlak seseorang yang dengan ikhlas menunaikannya. Sifat pelit dan bakhil bisa hilang dari dirinya.

2. Aspek Sosial

– Zakat bisa membantu fakir miskin dalam memenuhi kebutuhannya.

– Zakat mampu memperkuat tali persaudaraan dan ukhuwah islamiyah.

– Mengurangi sifat iri di hati manusia. Dengan berzakat rasa iri hati dan dengki yang bersemayam di dada para fakir miskin hilang karena saudaranya sungguh peduli padanya.

– Zakat akan memperluas peredaran harta. Hal ini karena dengan membayar zakat maka harta tidak berhenti pada satu titik, tapi bisa menyebar ke banyak orang. (Nur Fatimah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *