Pelayananpublik.id- Kinerja IHSG pada perdagangan hari ini ditutup menguat 0.5% di level 8.322, Rabu (25/2/2026) IHSG bergerak sangat volatile dalam rentang 8.259 hingga 8.373. IHSG bahkan sempat ditransaksikan di zona merah sesaat meskipun berbalik dan selama sesi perdagangan berlangsung banyak berada di zona hijau.
Sejumlah saham yang ikut alami penguatan pada perdagangan hari ini diantaranya adalah BBRI, BBCA, PTRO, ANTM hingga TINS.
Pengamat ekonomi Sumut Gunawan Benjamin mengatakan minimnya sentimen pasar pada perdagangan hari ini membuat IHSG ikut arus penguatan bursa saham di Asia.
“Selain penguatan bursa saham di Asia, mata uang Rupiah yang juga ditutup menguat di level 16.780 juga turut mendorong penguatan IHSG. Awal sesi perdagangan berlangsung, mata uang Rupiah sempat melemah diposisi terendahnya 16.845 per US Dolar,” katanya.
Selanjutnya harga emas dunia ditransaksikan menguat dikisaran level $5.191 per ons troy, atau sekitar 2.81 juta per gramnya. Harga emas dunia terpantau bergerak menguat jelang agenda penting pertemuan AS dengan Iran pada esok hari.
Sejauh ini harga emas mengabaikan sikap pejabat Bank Sentral AS yang memberikan sinyal hawkish terkait kebijakan moneter The Fed kedepan.
“Selain itu emas juga relatif tidak tepengaruh dengan kebijakan Presiden AS yang menaikkan besaran tarif impornya. Ketidakpastian di pasar keuangan kian menumpuk, dan pertemuan AS dengan Iran akan menjadi sangat krusial menentukan arah kebijakan investasi di pekan ini,”
Jika melihat tren kenaikan harga emas, maka pasar saat ini memberikan sinyal bahwa tidak akan ada kesepakatan berarti atau bahkan kian memperuncing perselisihan.
Namun semuanya akan ditentukan pada esok hari. Dan tentunya pelaku pasar akan lebih memilih posisi wait and see sampai hasil dari pertemuan tersebut dipublikasikan.