IHSG dan Rupiah Melemah Bersamaan, Harga Emas Lanjut Menguat

Pelayananpublik.id- IHSG ditutup melemah 0.29% di level 8.366,513 pada perdagangan hari ini.

Kinerja IHSG sempat menguat ke level 8.443,687. Dan level yang paling rendah di capai IHSG pada hari ini ada di angka 8.338.

Menurut pengamat ekonomi asal Sumut Gunawan Benjamin, pelemahan IHSG sendiri juga seirama dengan memburuknya kinerja mayoritas bursa saham yang ada di Asia. Sejumlah saham seperti BBCA, BBRI, BMR, MBMA hingga BREN menjadi sejumlah emiten besar yang memicu koreksi pada IHSG.

“IHSG terseret arus pelemahan bursa saham di Asia, dan tidak mampu memanfaatkan sentimen positif dari rilis data penjualan ritel tanah air yang naik menjadi 3.7% pada bulan September. Dikarenakan membaiknya data penjualan ritel tidak diikuti oleh membaiknya penjualan kendaraan mobil yang malah alami koreksi 4.4% di bulan Oktober,” ungkap Gunawan.

Sementara itu mata uang Rupiah ditutup melemah di level 16.680 per US Dolar. Yang tentunya selama sesi perdagangan berlangsung menjadi beban bagi kinerja IHSG.

Selama sesi perdagangan Rupiah ditransaksikan dalam rentang yang cukup sempit antara 16.675 hingga 16.700. rilis data inflasi AS masih menjadi ajang spekulasi pasar yang menilai US Dolar masih punya kans untuk menguat ditengah potensi pemangkasan bunga acuan The FED.

Terpisah harga emas dunia terus merangsek naik di level $4.143 per ons troy, atau masih dikisaran angka 2.2 juta per gram nya.

“Harga emas sejauh ini mampu bertahan di atas 4.100 setelah memburuknya data ekonomi AS. Dan ketidakjelasan mengenai kapan penutupan pemerintahan AS berakhir, belakangan menjadi katalis positif bagi harga emas untuk lanjutkan penguatan,” katanya.