Harga Emas Naik Seiring Pasar Masih Ragukan Kesepakatan Dagang AS – China

Pelayananpublik.id- Ada banyak agenda penting yang dijadwalkan akan dirilis di AS pada perdagangan akhir pekan ini. Data tersebut sangat potensial menjadi acuan pelaku pasar, dan sangat menentukan arah pergerakan pasar keuangan dan komoditas selanjutnya.

Namun pasar keuangan tanah air baru akan merespon data dari AS tersebut pada perdagangan pekan depan.

Sentimen yang akan memengaruhi kinerja pasar keuangan pada hari ini adalah kabar akan ada pertemuan antara Donald Trump dan Xi Jinping pada pekan depan untuk membahas kesepakatan dagang antara kedua negara.

Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan pelaku pasar sejauh ini masih meragukan apakah akan ada tercipta kesepakatan yang mengakhiri perseteruan perang dagang selama ini.

Pada hari ini, lanjutnya, pasar saham di Asia banyak ditransaksikan mixed dengan kecenderungan menguat. IHSG di sesi pembukaan perdagangan di buka menguat di level 8.294.

“IHSG berpeluang alami koreksi seiring dengan minimnya sentimen pasar, ditambah dengan kinerja pasar saham di Asia yang kurang atraktif. Disisi lain mata uang rupiah ditransaksikan stabil dikisaran level 16.615 per US Dolar,” terang Gunawan.

Sementara itu, kata dia, rupiah dan IHSG berpeluang ditransaksikan dalam rentang sempit, dengan potensi IHSG dan Rupiah melemah di akhir pekan ini.

Terpisah harga emas dunia kembali lanjutkan penguatan dikisaran level $4.137 per ons troy, atau sekitar 2.2 juta per gram. Harga emas masih berpeluang untuk menguat ditengah spekulasi hasil pertemuan Xi Jinping dengan Donald Trump.

Ditambah lagi memburuknya tensi geopolitik antara Rusia dengan AS belakangan ini. Rusia kembali dijatuhkan sanksi karena menolak melakukan gencatan senjata dengan ukraina.

“Tensi geopolitik yang memanas kerap menjadi kabar baik bagi harga emas dunia,” tutupnya. (*)