Pelayananpublik.id- Bank Indonesia dijadwalkan akan merilis kebijakan suku bunga acuannya pada perdagangan hari Rabu mendatang. Diproyeksikan Bank Indonesia akan tetap mempertahankan besaran bunga acuan di level yang sama yakni 5.7%.
Selain penetapan kebijakan bunga acuan, pelaku pasar juga menanti pidato Gubernur Bank Indonesia terkait dengan kondisi perekonomian terkini.
Menurut Pengamat Ekonomi Gunawan Benjamin, Pidato tersebut akan lebih banyak memberikan gambaran pelaku pasar terkait dengan arah kebijakan moneter BI ke depan.
“Selebihnya pasar tidak akan banyak mendapatkan agenda ekonomi besar. Pelaku pasar akan mengamati perkembangan perang dagang, serta tensi geopolitik yang akan menjadi fokus pasar diluar kebijakan Bank Indonesia,” jelasnya.
Ia mengatakan pada perdagangan pagi ini, bursa di Asia mayoritas ditransaksikan di zona merah. IHSG sempat dibuka menguat di level 7.113, walaupun IHSG sempat terseret arus pelemahan bursa regional dan sempat diperdagangkan di zona merah.
IHSG berpeluang ditransaksikan dalam rentang 7.050 hingga 7.130 pada perdagangan hari ini. Pelemahan mata uang rupiah disisi lain akan membebani kinerja IHSG.
Sementara itu, lanjut dia, mata uang Rupiah pada perdagangan hari ini ditransaksikan melemah ke level 16.470 per US Dolar. Pelemahan rupiah terjadi disaat imbal hasil US Treasury 10 tahun berada sedikit dibawah level 4.5%.
Ditambah lagi kinerja USD Index yang berada dikisaran 100.8. Kedua indikator tersebut memberikan ruang bagi penguatan US Dolar terhadap mata uang lainnya.
“Rupiah diproyeksikan akan berada dalam rentang harga 16.430 hingga 16.500 selama sesi perdagangan. Terpisah harga emas kembali alami kenaikan ke level $3.224 per ons troy,” katanya.
Bila dikonversi ke rupiah, maka harga emas ditransaksikan dikisaran level 1.7 juta per gram. (*)