Apa Itu Limbah B3, Sifat, Bahaya, dan Penanganannya

Pelayananpublik.id- Kegiatan manusia pasti menghasilkan limbah, baik itu limbah yang ringan hingga berbahaya. Limbah ringan berasal dari rumah tangga, limbah jenis ini masih bisa dibuang dengan bebas dan tidak terikat undang-undang.

Sementara limbah berbahaya biasanya dihasilkan oleh pabrik, rumah sakit, tempat pengelolaan bahan kimia dan lainnya.

Limbah jenis itu sering disebut limbah B3 atau limbah bahan beracun dan berbahaya.

Limbah B3 adalah sebagai suatu buangan atau limbah yang sifat dan konsentrasinya mengandung zat yang beracun dan berbahaya dan dapat merusak lingkungan, mengganggu kesehatan, dan mengancam kelangsungan hidup manusia serta organisme lainya.

Ternyata limbah B3 tidak hanya dihasilkan dari kegiatan industri tapi juga kegiatan rumah tangga.

Beberapa contoh limbah B3 yang dihasilkan rumah tangga adalah botol bekas pengharum ruangan, pemutih pakaian, deterjen pakaian, pembersih kamar mandi, pembesih kaca/jendela, pembersih lantai, pengkilat kayu, pembersih oven, pembasmi serangga, lem perekat, hair spray, dan batu baterai.

Sifat dan Bahaya Limbah B3

Limbah B3 memiliki beberapa sifat yang akan merugikan lingkungan dan makhluk hidup di sekitarnya. Sehingga limbah jenis ini harus ditangani dengan khusus dan tidak boleh dibuang sembarangan.

Adapun beberapa sifat atau karakteristik limbah B3 yakni:

1. Explosive

Limbah B3 bersifat explosive atau mudah meledak. Limbah tersebut bisa meledak pada suhu dan tekanan tertentu. Ini benda itu dapat menghasilkan gas dengan suhu dan tekanan tinggi lewat reaksi fisika atau kimia sederhana.

Limbah ini sangat berbahaya baik saat penanganannya, pengangkutan, hingga pembuangannya karena bisa menyebabkan ledakan besar tanpa diduga-duga. Adapun contoh limbah B3 dengan sifat mudah meledak misalnya limbah bahan eksplosif dan limbah laboratorium seperti asam prikat.

2. Oxidizing

Sifat lain limbah ini adalah oxidizing atau pengoksidasi. Jadi limbah ini bisa melepaskan panas dan menimbulkan api jika bereaksi dengan zat tertentu.

Oleh karena itu, penanganan limbah ini harus secara khusus dan tidak boleh dicampur dengan sampah lain, sebab bisa menimbulkan kebakaran. Contoh limbah b3 dengan sifat pengoksidasi misalnya kaporit.

3. Flammable

Limbah B3 juga bersifat mudah terbakar.
Limbah tersebut bisa dengan mudah terbakar karena kontak dengan udara, nyala api, air, atau bahan lainnya meski dalam suhu dan tekanan standar.

Contoh limbah B3 yang bersifat flammable adalah pelarut benzena, pelarut toluena atau pelarut aseton yang berasal dari industri cat, tinta, pembersihan logam, dan laboratorium kimia.

4. Beracun

Limbah B3 bersifat toxic atau beracun yang bisa membahayakan kesehatan makhluk hidup yang terkena.

Limbah jenis ini bisa menyebabkan keracunan, sakit, atau kematian baik melalui kontak pernafasan, kulit, maupun mulut. Contoh limbah b3 ini adalah limbah pertanian seperti buangan pestisida.

5. Berbahaya

Sifat lain limbah B3 tentu saja berbahaya atau harmful bagi makhluk hidup. Limbah berbahaya bisa dalam bentuk padat, cair maupun gas.

Bahayanya terhadap kesehatan sampai tingkat tertentu melalui kontak inhalasi ataupun oral.

6. Korosif

Korosif artinya limbah tersebut menyebabkan karat pada besi bahkan baja. Limbah yang bersifat korosif mempunyai pH ≥ 2 (bila bersifat asam) dan pH ≥ 12,5 (bila bersifat basa).

Contoh limbah B3 dengan ciri korosif misalnya, sisa asam sulfat yang digunakan dalam industri baja, limbah asam dari baterai dan accu, limbah pembersih sodium hidroksida pada industri logam.

7. Menyebabkan Iritasi

Limbah B3 juga menyebabkan iritasi dan sensitasi pada kulit manusia dan hewan.

Selain itu bisa menyebabkan peradangan, maupun menyebabkan iritasi pernapasan, pusing, dan mengantuk bila terhirup.

Contoh limbah ini adalah asam formiat yang dihasilkan dari industri karet.

8. Membahayakan Lingkungan

Limbah dengan karakteristik ini adalah limbah yang dapat menyebabkan kerusakan pada lingkungan dan ekosistem, misalnya limbah CFC atau Chlorofluorocarbon yang dihasilkan dari mesin pendingin

9. Karsinogenik, teratogenik, mutagenik

Limbah karsinogenik adalah limbah yang dapat menyebabkan timbulnya sel kanker, teratogenik adalah limbah yang mempengaruhi pembentukan embrio, sedangkan limbah mutagenik adalah limbah yang dapat menyebabkan perubahan kromosom.

Jenis Limbah B3

Limbah B3 bisa dibagi dalam beberapa jenis berdasarkan sumbernya. Adapun 3 jenis limbah B3 yakni:

– Limbah B3 dari sumber tidak spesifik, yakni limbah yang bukan berasal dari proses utama, melainkan dari kegiatan pemeliharaan alat, inhibitor korosi, pelarutan kerak, pencucian, pengemasan dan lain-lain.

– Limbah B3 dari sumber spesifik, yakni limbah yang berasal dari proses suatu industri (kegiatan utama).

– Limbah B3 dari sumber lain, yakni yang berasal dari sumber yang tidak diduga, misalnya prodak kedaluwarsa, sisa kemasan, tumpahan, dan buangan produk yang tidak memenuhi spesifikasi.

Penanganan Limbah B3

Seperti yang telah diungkapkan di atas, limbah B3 tidak boleh dibuang sembarangan misalnya dibakar, ditimbun dan sebagainya. Melainkan harus ada penanganan khusus demi menjaga agar tidak membahayakan manusia dan makhluk hidup di sekitarnya.

Untuk itu limbah B3 harus ditangani secara khusus dan hati-hati. Adapun beberapa metode penanganan limbah B3 yang umumnya diterapkan adalah sebagai berikut.

1. Metode pengolahan secara kimia, fisik dan biologi

– Stabilisasi/ solidifikasi, yakni etode ini dibuat dengan proses pengubahan bentuk fisik dan sifat kimia dengan menambahkan bahan peningkat atau senyawa pereaksi tertentu untuk memperkecil atau membatasi pelarutan, pergerakan, atau penyebaran daya racun limbah, sebelum dibuang. Contoh bahan yang dapat digunakan untuk proses stabilisasi/solidifikasi adalah semen, kapur (CaOH2), dan bahan termoplastik.

– Insinerasi (pembakaran) yakni metode yang dibuat dengan tujuan memperkecil volume B3 namun saat melakukan pembakaran perlu dilakukan pengontrolan ketat agar gas beracun hasil pembakaran tidak mencemari udara.

– Bioremediasi yakni penggunaan bakteri dan mikroorganisme lain untuk mendegradasi/ mengurai limbah B3.

– Vitoremediasi adalah penggunaan tumbuhan untuk mengabsorbsi dan mengakumulasi bahan-bahan beracun dari tanah.

2. Metode Pembuangan Limbah B3

– Sumur dalam/ Sumur Injeksi (deep well injection), yakni dengan cara memompakan limbah tersebut melalui pipa kelapisan batuan yang dalam, di bawah lapisan-lapisan air tanah dangkal maupun air tanah dalam.

– Kolam penyimpanan (surface impoundments), yakni penampungan limbah B3 cair di kolam-kolam yang memang dibuat untuk limbah B3. Kolam-kolam ini dilapisi lapisan pelindung yang dapat mencegah perembesan limbah.

– Landfill untuk limbah B3 (secure landfils), yakni penimbunan pada landfill, namun harus pengamanan tinggi. Pada metode pembuangan secure landfills, limbah B3 ditempatkan dalam drum atau tong-tong, kemudian dikubur dalam landfill yang didesain khusus untuk mencegah pencemaran limbah B3.

Demikian ulasan mengenai apa itu limbah B3, sifat, bahayanya, jenis, hingga cara penanganannya. Semoga bermanfaat. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *