Siklus Hidup, Ciri, dan Cara Penyebaran Penyakit Jamur Ganoderma

Pelayananpublik.id- Jamur Ganoderma merupakan salahsatu musuh utama petani sawit. Sebab cendawan yang bersifat patogen ini bisa merusak daun hingga menurunkan produktivitas tanaman.

Ganoderma merupakan jenis organisme eukariotik yang digolongkan ke dalam kelompok jamur sejati karena dapat bertahan lama di dalam tanah.

Dinding selnya terdiri atas kitin, namun tidak memiliki klorofil. Jamur ini mendapatkan makanan dengan cara heterotrof, yaitu dengan mengambil makanan dari bahan organik di sekitar tempat tumbuhnya. Organisme ini bersifat saprofitik (dapat hidup pada sisa tanaman) karena akan berubah menjadi patogenik bila bertemu dengan akar tanaman kelapa sawit sehat yang tumbuh di dekatnya.

Perkembangan organisme patogen ini pada umumnya dapat kita pelajari.

Adapun deskripsi siklus hidupnya dapat dibagi dalam tiga fase, yakni fase spora, fase miselia yang selanjutnya menjadi tubuh buah (basidiokarp).

1. Fase Spora

Awal siklus hidup Ganoderma adalah dimulai dengan keluarnya jutaan spora dari tubuh buah yang matang.

Seperti jamur lain, spora akan berterbangan oleh udara lalu menjadi sel-sel baru yang selanjutnya berubah membentuk filamen halus. Filamen halus tersebut dikenal dengan sebutan hifa.

2. Fase Miselia

Kemudian hifa ini tersebut akan berfusi serta berjalinan antara satu dengan yang lain untuk membentuk sebuah jaringan benang yang disebut miselium. Miselium berfungsi menyerap asupan nutrisi selama masa pertumbuhan organisme.

Enzim akan diekskresikan oleh miselium ke lingkungan sekitar. Proses tersebut berlangsung dengan tujuan untuk memecah senyawa organik kompleks di substrat. Hasil katalisis adalah berupa senyawa yang  cukup sederhana, sehingga dengan demikian mudah diserap melalui dinding sel hifa.

3. Fase Basidiokarp

Pada tahap selanjutnya miselium secara terus-menerus berkembang membentuk gumpalan dan bertumbuh sehingga menghasilkan tubuh buah (basidiokarp) Ganoderma.

Ketika tubuh buah sudah muncul ke permukaan dan terbentuk, maka secara cepat pohon sehat disekitarnya siap-siap terinfeksi.

Jadi sebenarnya, petani tidak harus menunggu sampai basidiokarp Ganoderma ini muncul di pangkal batang kelapa sawit baru melalukan tindakan. Sebab ini artinya tanaman Anda sudah terinfeksi.

Begitupun, serangan Ganoderma juga dapat menumbangkan pohon walaupun tidak ditemukannya basidiokarp dipangkal batang, artinya kita harus sangat waspada terhadap serangan dari penyakit ini, walaupun tidak terlihat tandatanda seperti poin di atas.

Jika tanaman telah terinfeksi Ganoderma, tidak akan memakan waktu lama tanaman mengalami penurunan produksi antara 50-80% dan sampai akhirnya pohon benar-benar mati.

Lebih parahnya, jamur ini meninggalkan inokulum yang siap untuk menyerang pohon sehat di sekitarnya.

Ciri Tanaman Terinfeksi Ganoderma

Bagaimana ciri-ciri tanaman sawit terkena Ganoderma?

1. Daun Tidak Sehat

Salahsatu ciri tanaman sawit yang terkena Ganoderma adalah daunnya yang tidak sehat.

Warna daun biasanya buram tidak mengkilat, layu seperti kekurangan air, warna daun menguning, serta terdapat bercak-bercak kuning pada daun (nekrosis), dapat dipastikan bahwa tanaman sawit tersebut terinfeksi jamur Ganoderma (penyebab penyakit busuk pangkal batang).

2. Pelepah pucuk pada daun

Jika pada pelepah pucuk paling atas lebih kecil daripada yang ada di bawah, maka dapat dipastikan tanaman tersebut terinfeksi jamur Ganoderma. Kalau gejala ini muncul, dipastikan tanaman sudah memasuki stadium 1.

3. Muncul miselia

Ciri selanjutnya adalah muncul miselia benang-benang putih pada pangkal batang dan akar.

Gejala ini menunjukkan penyakit sudah memasuki stadium 2 dari penyakit busuk pangkal batang.

Pertumbuhan misilia juga menjadikan keadaan daun menjadi kering (nekrosis pada ujung daun).

4. Munculnya Basidiokarp di Akar

Hati-hati ketika melihat daerah seputar akar dan menemukan bentuk meyerupai tubuh buah jamur Basidiocotina. Kalau basidiokarp muncul, maka penyakit pangkal busuk pada tanaman sawit Anda sudah mencapai stadium 3.

5. Munculnya 3 Daun Tombak

Seramnya serangan jamur ini semakin parah kalau Anda menemukan 3 daun tombak yang tidak membuka pada pucuk serta berpatahannya pelepah dan anak daun yang mengering.

6. Pelepah Berpatahan

Perlu meningkatkan kewaspadaan jika sudah menemukan pelepah pada tingkat 4, 5, dan 6 sudah berpatahan. Seluruh daun juga akan berpatahan dan menggantung di pohon. Biasanya pada tahap stadium tersebut, pohon sawit sebenarnya tinggal menunggu matinya saja.

7. Tumbangnya Pohon

Daun menjuntai ke arah bawah disertai dengan ciri pangkal tanaman pun ikut patah merupakan tanda tanaman kelapa sawit mengidap penyakit jamur Ganoderma dan telah berada di tahap stadium 4. Ibarat kanker yang sulit untuk disembuhkan pada stadium ini, penyakit ini pun demikian.

Penyebaran Penyakit Busuk Batang

Jika menyerang, tentu saja Ganoderma adalah masalah serius bagi petani. Untuk itu petani harus segera menangani hama ini sebelum terjadi penularan yang lebih parah.

Adapun penularan penyakit BPB terjadi melalui kontak akar tanaman sehat dengan sumber inokulum yang dapat berupa akar dan batang sakit.

Akar tanaman kelapa sawit muda, tertarik kepada tunggul yang membusuk yang mengandung banyak hara dan kelembaban tinggi.

Kejadian penyakit BPB pada kelapa sawit meningkat pada kebun yang sebelumnya atau ditanam bersamaan dengan kelapa, terutama pada kebun yang terdapat sisa-sisa tunggul kelapa yang terbenam di dalam tanah.

Ganoderma menginfeksi tanaman lebih awal 12 hingga 24 bulan pada tanaman kelapa sawit berumur 4 hingga 5 tahun yang ditanam bersamaan dengan tanaman kelapa. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *