Bitcoin Terpuruk ke Level Terendah Pekan Ini, Ketahui Penyebabnya

Pelayananpublik.id- Investasi uang virtual atau aset kripto kini tengah digandrungi para kawula muda. Namun jika bermain kripto Anda harus siap-siap senam jantung karena harganya naik turun secara drastis.

Seperti Bitcoin misalnya, yang saat ini harganya sangat terpuruk.

Harga Bitcoin terpantau jatuh ke level terendah pekan ini.

Harga kripto dengan aset terbesar itu memperpanjang kerugian sebelumnya, jatuh 8,2% menjadi US$ 35.339 karena tetap tertahan dalam rentang perdagangan yang relatif ketat minggu ini.

“Bitcoin saat ini dalam sedikit mode tidur, perdagangan di kisaran US$ 34.000 dan US$ 40.000,” kata Ulrik Lykke, Direktur Eksekutif ARK36, crypto hedge, kepada Reuters.

“Banyak pedagang yang mengakui, harga tampaknya terikat pada kisaran tersebut untuk saat ini, itu mengapa mereka mungkin ragu-ragu untuk mengambil posisi dengan keyakinan tinggi,” ujarnya.

Lalu apa yang mennyebabkan jatuhnya harha Bitcoin tersebut? Dilansir dari Reuters kerugian itu dipicu tindakan keras di China dan masalah lingkungan hingga hampir 40% bulan ini.

Bitcoin telah kehilangan keuntungan sebesar 37% pada Mei tahun ini, yang jika bertahan akan menjadi kinerja bulanan terburuk sejak September 2011.

Penurunan harga Bitcoin dipicu upaya China yang menindak penambangan dan perdagangan aset kripto tertua itu, dan langkah Tesla menghentikan pembayaran karena kekhawatiran tentang penggunaan energi.

Regulator energi di Sichuan, China, akan segera bertemu dengan perusahaan listrik lokal untuk mengumpulkan informasi tentang penambangan kripto, menurut seorang pejabat pada Kamis (27/5).

Pertemuan tersebut berpotensi mengarah pada tindakan keras di pusat produksi bitcoin terbesar kedua di China itu.

Begitupun, Bitcoin sempat menambah keuntungan sekitar 3% pada minggu ini. Perdagangan di pasar kripto berlangsung 24/7 alias sepanjang waktu, dengan volatilitas yang umum terjadi di akhir pekan. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *