Apa Itu Senam, Sejarahnya, Manfaat Hingga Jenisnya

Salahsatu jenis olahraga yang sering ditemukan adalah senam. Senam biasa diadakan baik secara individual maupun kelompok.

Biasanya senam dilakukan dengan gerakan teratur dan berdasarkan hitungan 2-2.

Senam ini banyak jenisnya mulai dari gerakan ringan, sampai gerakan kombinasi dengan tempo cepat.

Senam juga membuat semua bagian tubuh seperti kepala, leher, tangan hingga kaki. Sehingga senam bagus untuk tubuh.

Senam juga tersedia bagi berbagai usia. Untuk anak-anak misalnya, yang gerakannya sederhana dan mudah diingat anak-anak biasanya didominasi dengan tepuk tangan serta lompatan. Sedangkan untuk lansia gerakan lebih pasif namun tetap menarik, namun tidak ada gerakan rumit ataupun lompatan.

Senam ini sudah dilakukan sejak dulu, baik untuk kesehatan ataupun cuma hiburan.

Namun sebelum membahas lebih jauh, mari kita simak dulu apa arti senam itu sendiri.

Pengertian Senam

Secara sederhana, senam berarti suatu cabang olah raga yang melibatkan performa gerakan yang membutuhkan kekuatan, kecepatan dan keserasian gerakan fisik yang teratur.

Senam sendiri berasal dari bahasa Inggris yakni “Gymnastic” . Gymnastic sendiri berasal dari kata “gymnos” dan melakukan latihan senam di ruangan khusus yang disebut “Gymnasium” atau “Gymnasion”.

Senam juga bisa didefenisikan sebagai suatu cabang olahraga latihan tubuh yang dibentuk dan dipilih secara sengaja, sadar dan terencana, serta disusun secara sistematis dengan tujuan untuk meningkatkan kesegaran jasmani, menjadikan keterampilan berkembang dan menanamkan nilai mental spiritual.

Agar lebih jelas berikut kami rangkum pengertian senam menurut beberapa ahli.

Menurut Mahendra (2000:14), senam adalah kegiatan utama yang paling bermanfaat dalam mengembangkan komponen fisik dan kemampuan gerak (motorability).

Madijono (2010:1) mengatakan bahwa senam adalah sebuah bentuk latihan jasmani yang sistematis, teratur dan terencana dengan melakukan gerak-gerik yang spesifik untuk memperoleh manfaat dalam tubuh.

Sedangkan Sutrisno dan Khadafi (2010:60) mendefenisikan senam sebagai bentuk latihan fisik yang disusun secara sistematis dengan melibatkan gerakan-gerakan yang terpilih dan terencana untuk mencapai tujuan tertentu.

Margono (2009:19) menyebut pengertian senam adalah latihan gerakan tubuh yang dipilih dan diciptakan dengan berencana, disusun secara sistematis dengan tujuan membentuk dan mengembangkan pribadi secara harmonis.

Sementara Imam Hidayat dalam Hendra Agusta (2009:9) mendefenisikan senam sebagai suatu bentuk latihan tubuh yang terpilih dan dikonstruk dengan sengaja, dilakukan secara sadar dan terencana, disusun secara sistematis dengan tujuan meningkatkan kesegaran jasmani, mengembangkan keterampilan dan menanamkan nilai-nilai mental spiritual.

Peter H. Werner dalam Muhajir (2006:70) menjelaskan bahwa senam ialah latihan tubuh pada lantai atau pada alat yang dirancang untuk mingkatkan daya tahan kekuatan, kelenturan, kelincahan, koordinasi serta kontrol diri.

Sejarah Senam

Bagaimana senam muncul di dunia? Pada awalnya senam adalah gerakan latihan yang dilakukan pemuda Yunani Kuno pada tahun 1000SM – 476M.

Dalam bahasa Yunani Kuno senam dulunya adalah gymnazein yang berarti berlatih atau melatih diri.

Saat itu gymnos atau gymnastics memiliki pengertian yang luas yang tidak terbatas seperti saat ini. Kegiatan olahraga seperti gulat, atletik, dan bertinju merupakan bagian dari gymnastics kala itu.

Namun seiring perkembangan zaman, pengertian gymnasic mulai menyempit dan disesuaikan dengan kebutuhannya.

Di Indonesia sendiri, senam sudah dikenal sejak zaman penjajahan Belanda yang pada saat itu disebut Gymnastiek dan zaman jepang dinamakan “Taiso”.

Pemakaian istilah “senam” sendiri kemungkinkan bersamaan dengan pemakaian kata olahraga sebagai pengganti kata sport.

Lahirnya senam artistik di Indonesia yaitu pada saat menjelang pesta olahraga Ganefo I di Jakarta pada tahun 1963, yang mana setiap artistik merupakan salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan, untuk ini perlu dibentuk suatu organisasi yang berfungsi menyiapkan para pesenamnya.

Organisasi ini dibentuk pada tanggal 14 Juli 1963 dengan nama PERSANI (Persatuan Senam Indonesia), atas prakarsa dari tokoh-tokoh olahraga se-Indonesia yang menangani dan mempunyai keahlian pada cabang olahraga senam.

Kegiatan selanjutnya adalah mengikut sertakan tim senam dalam rangka Konferensi Asia Afrika I dan dalam Ganefo Asia, dimana untuk mempersiapkan atlet-atlet Indonesia ini dipanggil pelatih-pelatih senam dari China, maka dengan demikian Indonesia mengalami kemajuan dalam prestasi olahraga senam.

Namun kegiatan senam harus berhenti dikarenakan suasana politik yaitu saat meletusnya G 30 S/PKI, sehingga pelatih-pelatih dari China harus dikembalikan ke negaranya.

Jenis Senam

Berdasarkan keputusan FIG (Federation Internationale de Gymnastique), senam dibagi menjadi enam kelompok, yaitu senam artistik senam ritmik sportif, senam akrobatik, senam aerobik sport, senam trampolin, senam umum (Mahendra, 2000:5-6).

1. Senam artistik, yakni senam yang sering dipertandingkan yang gerakannya disusun dari alat-alat dan telah ditetapkan sesuai pertandingan berlaku.

Contoh senam artistik adalah senam lantai, kuda pelana, palang sejajar, palang tunggal, palang bertingkat, dan sejenisnya.

2. Senam ritmik sportif, yakni senam yang dikembangkan dari senam irama dan diantarkan oleh irama musik yang menghasilkan gerak-gerak tubuh dan alat-alat yang indah.

3. Senam akrobatik, yakni senam yang mengendalikan gerakan akrobatik sehingga latihannya banyak mengandung salto sementara pesenamnya harus mendarat di atas tangan dan di atas bahu pasangannya.

4. Senam aerobik sport, yakni senam dengan gerakan berupa tarian atau kalestenik tertentu, kemudian digabungkan dengan akrobatik yang sulit.

5. Senam trampolin, yakni senam yang dilakukan di atas trampolin.

6. Senam umum, yakni semua jenis senam selain kelima hal di atas. Maka senam aerobik, senam pagi, dan senam SKJ.

Manfaat Senam

– Menghambat proses penuaan atau degeneratif. Orang yang senam secara teratur setiap hari tidak akan cepat terlihat tua.

– Membentuk tubuh yang ideal. Seseorang yang rutin senam akan memperoleh bentuk tubuh yang ideal, indah, bugar dan sehat.

-Memberikan manfaat fisik, mental serta sosial

– Keseimbangan antara osteoblast dan osteoclas. Orang yang melakukan senam, peredaran darah akan lancar dan meningkatkan jumlah volume darah.

Prinsip Latihan Senam

Menurut Sadoso (1997: 20) bahwa pemantapan kondisi latihan olahraga harus berprinsip S.P.O.R.T yaitu sebagai berikut:

Specify

Yaitu kekhususan menghilangkan cara latihan yang berdasarkan kira-kira saja, di mana tubuh dalam aktivitas latihan perlu untuk dikondisikan dengan latihan yang sesuai dengan tubuh.

Progression

Yaitu tangtanglah kemampuan badan secara bertahap, dan kemudian tingkatan karena akan membantu dalam pembentukan otot.

Overload

Yaitu peningkatan beban latihan dengan meningkatkan intensitas, lamanya atau frekuensi dari suatu tingkatan latihan yang sudah dilakukan.

Reversibility

Yaitu kontinuitas latihan, bila berhenti berlatih akan tampak tanda-tanda penurunan keterampilan, daya tahan, kekuatan dan lain-lain.

Training effect

Yaitu melakukan latihan untuk suatu aktivitas tertentu, secara bertahap dan progresif meningkatkan kemampuan keterampilan dan kemampuan jantung serta paru-paru.

Demikian ulasan mengenai apa itu senam, bagaimana sejarahnya, manfaat hingga jenisnya. Semoga menambah wawasan Anda. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *