Pengertian Internet of Things (IOT), Manfaat, Tujuan Hingga Cara Kerjanya

Pelayananpublik.id- Jika kita hidup di masa lalu, mungkin tak terbayangkan kemajuan teknologi seperti saat ini, terlebih setelah kehadiran internet.

Tidak bisa dipungkiri, internet lambat laun mengambil alih banyak hal. Contoh mudahnya kalau dulu belanja harus ke supermarket, kini bisa dilakukan di rumah. Semuanya bisa dilakukan dengan internet.

Apalagi jika sudah ada internet if things, pasti manusia bisa menjalani kehidupannya. Contohnya CCTV rumah yang terkoneksi ke smartphone yang bisa memberikan alarm kepada pemiliknya bahwa ada penyusup datang.

Hal itu mungkin sering kita lihat di film-film sci-fi, tapi IoT ini memang ada di dunia nyata loh.

Apa Itu Internet of Things?

Menurut Casagras (Coordination and support action for global RFID-related activities and standardisation) pengertian Internet Of Things (IoT) adalah sebuah infrastruktur jaringan global, yang dapat mengubungkan perangkat keras dan virtual melalui eksploitasi data capture serta kemampuan komunikasi.Dalam Infrastruktur terdiri dari jaringan yang sudah ada dan internet beserta pengembangan jaringannya.

Sedangkan menurut SAP (Systeme, Anwendungen and Produkte)
SAP, Internet Of Things (IoT)  merupakan sebuah benda-benda perangkat keras yang diintegrasikan ke dalam jaringan informasi secara berkesinambungan, serta di mana benda-benda fisik tersebut dapat berperan aktif dalam proses bisnis.

Sedangkan ETT EPOSS mendefinisikan, IoT merupakan jaringan yang dibentuk oleh benda yang memiliki identitas.

Pada dunia maya dengan cara beroperasi di ruang itu dengan menggunakan kecerdasan perangkat untuk terhubung dan berkomunikasi dengan pengguna, konteks sosial dan lingkungan. Internet Of Things merupakan sebuah konsep yang memiliki fungsi untuk memperluas konektivitas pada Internet yang tersambung secara terus – menerus.

Kapan IoT Muncul?

Konsep Internet of Things atau IoT awalnya dikeluarkan oleh Kevin Ashton pada tahun 1999 di salah satu presentasinya.

Kini banyak perusahaan besar mulai mendalami Internet of Things sebut saja Intel, Microsoft, Oracle, dan banyak lagi lainnya.

Bahkan banyak orang berpendeppat
IoT akan menjadi “The Next Big Thing” di dunia teknologi informasi, hal ini karena IoT menawarkan banyak potensi yang bisa dikembangkan kembali.

Saat ini, perkembangan IoT ini sudah memasuki Teknologi nirkabel, Internet, dan Micro – electromechanical System.

Serta perkembangan IoT di Indonesia, ada beberapa yang sudah membangun start up dengan konsep IoT, contohnya ialah eFishery.

Start up buatan anak Indonesia ini adalah alat pemberi pakan ikan secara otomatis. Alat ini selain mengotomatisasi pemberian pakan ternak.

Di samping itu eFishery bisa mencatat setiap pemberian pakan ternak secara real-time. Hal ini bisa menyelesaikan masalah kekuranagan ataupun kelebihan pemberian pakan ternak, dengan pemberian pakan ikan yang teratur. Canggih sekali bukan?

Secara tidak langsung eFishery dapat meningkatkan kualitas ekonomi para peternak ikan  dan udang, dan juga menaikkan 50% hingga 80% biaya operasional peternak ikan.

Unsur Dalam IoT

Adapun unsur yang harus ada di Internet Of Things adalah:

1. Sensor, yakni perangkat yang bisa mendapatkan informasi terkait dari hal hal tertentu seperti sensor gerak, suhu, udara, panas, dan lainnya.

2. Konektivitas, yakni yang berfungsi sebagai penghubung dan pertukaran informasi yang terjadi pada Internet Of Things (IOT). Konektivitas ini biasanya yang dibutuhkan harus stabil namun tidak perlu dalam bentuk yang besar juga.

3. Perangkat yang Berukuran Kecil, yakni yang bisa mendukung dan meningkatkan ketepatan, skalabilitas dan fleksibel dalam pengembangan IoT. Dan teknologi memang seperti itum makin kecil makin murah dan lebih kuat.

Manfaat Internet Of Things

– Monitoring Lingkungan

Contohnya IoT bisa memonitor kondisi rumah selama pemilik keluar. Contoh lain adalah IoT  digunakan untuk “melihat” kondisi air secara real-time di waduk, irigasi bagi para petani ataupun peternak untuk informasi debit air masih banyak atau tinggal sedikit.

– Pengelolaan Infrastruktur

IoT bisa digunalan untuk hal pengelolaan infrastruktur. Contohnya MRT

– Untuk sensor peralatan

Kebanyakan biaya konsumsi peralatan di pertambangan diukur berdasar kapasitas dan pengalaman saja.

Tetapi, dengan IoT perusahaan tambang dapat mengukur peralatan mana yang BBM nya sudah mau habis, berapa stok BBM di site, peralatan mana yang olinya harus di ganti, dan lain sebagainya sehingga dapat terukur secara cepat dan tepat.

– Home Managemen

Peralatan elektronik seperti kulkas atau AC bisa memberitahu pengguna jika stok makanan habis, atau AC lupa dimatikan.

Cara Kerja Internet of Things

Cara Kerja Internet of Things yaitu dengan memanfaatkan sebuah instruksi pemrograman yang dimana tiap-tiap perintah argumennya itu dapat  menghasilkan sebuah interaksi antara sesama perangkat yang saling terhubung satu sama lainnya secara otomatis tanpa campur tangan manusia.

Bahkan  dalam jarak yang jauh sekalipun. Internet dapat  menjadi penghubung diantara kedua interaksi perangkat tersebut.  Sementara manusia hanya bertugas sebagai pengatur dan pengawas bekerjanya alat tersebut secara langsung.

Tantangan terbesar dalam dunia Internet of Things ialah menyusun jaringan komunikasinya sendiri, yang dimana jaringan tersebut sangatlah kompleks, dan memerlukan sistem keamanan yang ketat. Selain itu biaya operasional yang mahal sering menjadi penyebab kegagalan yang berujung pada gagalnya produksi.

Demikian ulasan mengenai Internet of Things mulai dari pengertian, perkembangan, hingga cara kerjanya. Semoga bermanfaat. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *