Skema Baru Penghitungan Tagihan Tarif Listrik oleh PLN Selama Pandemi

Pelayananpublik.id– Ketika PLN memberikan listrik gratis dan diskon bagi pelanggan listrik subsidi, pelanggan nonsubsidi justru menjerit karena kenaikan tagihan listrik yang berlipat-lipat.

Mereka merasa miris ketika tetangganya gratis listrik tapi mereka menderita karena kenaikan listrik. Sehingga timbul anggapan listrik yang digratiskan itu justru dibayarkan oleh mereka yang bukan pelanggan listrik subsidi.

PLN menegaskan tidak ada kenaikan tarif listrik selama pandemi Covid-19. Menurut PLN, kenaikan listrik secara drastis semata-mata karena masyarakat menghabiskan waktu lebih banyak di rumah selama pandemi.

Begitupun, PLN menyiapkan skema perhitungan tagihan listrik agar tidak memberatkan pelanggan.

Hal itu diketahui dari laman Instagram @plnsumut, Jumat (5/6/2020).

“PLN membuat skema penghitungan tagihan untuk melindungi pelanggan pascabayar yang tagihan listriknya naik pada bulan Juni,” tulis akun yang disertai video tersebut.

Dengan skema tersebut, pelanggan yang mengalami kenaikan tagihan pada bulan Juni sebesar minimal 20% daripada bulan Mei akibat penagihan menggunakan rata-rata tiga bulan terakhir, maka kenaikannya akan dibayar sebesar 40%, dan sisanya dibagi rata dalam tagihan 3 bulan ke depan.

Misalnya pada bulan April tagihan listrik si A Rp900.000 dan pada Mei Rp1.000.000 kemudian pada Juni listrik si A mengalami kenaikan hingga 50 persen menjadi Rp1.500.000 maka si A berhak mendapat kebijakan perlindungan lonjakan dari PLN.

Artinya untuk tagihan bulan Juni si A boleh membayar Rp1.200.000 sedangkan Rp300.000 bisa dicicil dan ditambahkan pada bulan berikutnya yakni Rp100.000 pada bulan Juli, Agustus dan September.

PLN berharap kebijakan terkait skema penghitungan tagihan listrik ini dapat meringankan bebas masyarakat yang sedang sulit karena pandemi Covid-19 ini.

PLN harus melakukan pemeriksaan data setiap pelanggan satu per satu, untuk memastikan supaya kebijakan tersebut tepat sasaran. Oleh karena itu, tagihan pelanggan baru bisa diterbitkan dan bisa diakses pada tanggal 6 Juni. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *