Apa Arti Belajar, Bagaimana Manfaat, Tujuan dan Macam Cara Orang Melakukannya?

Pelayananpublik.id- Belajar merupakan kata yang sangat umum terdengar di telinga. Kata belajar bahkan hampir setiap hari terdengar dan digunakan dalam berbagai pembicaraan. Belajar pada dasarnya adalah mengubah ketidaktahuan menjadi tahu terhadap sesuatu.

Lebih dari itu, belajar juga mengakibatkan perubahan baik sikap, sifat dan pemikiran seseorang.

Belajar adalah segala aktivitas psikis yang dilakukan oleh setiap individu sehingga tingkah lakunya berbeda antara sebelum dan sesudah belajar. Jadi jika seseorang belum mengalami perubahan-perubahan baik sikap, pemikiran dan sebagainya, dapat dikatakan ia belum belajar.

Misalnya seorang siswa selalu datang terlambat ke sekolah karena ketinggalan bus. Jika ia belajar dari kesalahan maka ia akan memperbaiki itu dengan bangun lebih pagi dan lebih cepat ke halte bus agar tidak lagi terlambat ke sekolah.

Nah untuk lebih memahami, simak pengertian belajar menurut para ahli berikut ini.

Thursan Hakim mengatakan belajar adalah suatu proses perubahan dalam kepribadian manusia yang ditunjukkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku. Contohnya kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, ketrampilan, daya fikir, dan kemampuan lainnya.

Sementara Sobry Sutikno menyebut belajar adalah usaha yang dilakukan untuk mendapatkan suatu perubahan yang baru sebagai hasil pengalamannya sendiri. Belajar dilakukannya dalam interaksi dengan lingkungannya. Adapun perubahan tersebut dilakukan secara sadar (disengaja) dan bertujuan untuk memperoleh suatu yang lebih baik dari sebelumnya.

Pengertian belajar menurut Hilgard & Bower adalah perubahan tingkah laku seseorang terhadap suatu situasi tertentu yang disebabkan oleh pengalamannya yang berulang-ulang dalam situasi tersebut.

Sedangkan menurut Dimyati dan Mudjiono (2006) pengertian belajar adalah proses internal yang kompleks. Lalu yang terlibat dalam proses internal tersebut adalah afektif atau sikap, nilai-nilai, interes, apresiasi, dan penyesuaian perasaan sosial.

Djamarah dan Zain (2010) menyebut belajar adalah suatu proses perubahan perilaku berkat pengalaman dan latihan.

Sardiman (2008) berpendapat belajar ialah perubahan tingkah laku atau penampilan dengan serangkaian kegiatan. Menurutnya, belajar itu akan lebih baik jika si subjek mengalami dan melakukannya.

Tujuan Belajar

Menurut Sadirman (2011: 26-28), secara umum ada tiga tujuan belajar, yaitu:

1. Memperoleh pengetahuan, belajar bertujuan memperoleh pengetahuan baru. Dengan memperoleh pengetahuan baru, kemampuan berfikir seseorang kemampuan berfikir seseorang akan meningkat.

2. Menanamkan Konsep dan Keterampilan, belajar akan menanamkan konsep dan keterampilan baik jasmani maupun rohani.

Keterampilan jasmani misalnya termasuk kemampuan dalam penampilan dan gerakan yang dapat diamati. Keterampilan rohani berhubungan dengan penghayatan, cara berpikir, dan kreativitas dalam menyelesaikan masalah atau membuat suatu konsep.

3. Membentuk Sikap, belajar akan membentuk sikap mental seseorang. Ini ditandai dengan munculnya kesadaran dari individu tersebut. Contohnya siswa yang bisa tertib di kelas dengan sendirinya saat guru tidak ada.

Ciri Belajar

– Ada perubahan perilaku yang dapat dilihat secara langsung maupun tidak.

– Perubahan tingkah laku hasil belajar akan menjadi permanen.

– Perubahan terjadi secara sadar

– Bersifat positif dan aktif

– Memiliki tujuan dan terarah

– Meliputi segala aspek tingkah laku individu

Jenis-Jenis Belajar

Belajar tentu saja banyak jenisnya. Belajar bukan hanya terjadi di dalam kelas atau sekolah, melainkan lebih dari itu. Belajar bisa dilakukan siapa saja, kapan saja, dimana saja dan terhadap apa saja. Berikut jenis-jenis belajar yang biasa terjadi di tengah masyarakat.

– Belajar rasional

Belajar rasional adalah proses belajar menggunakan kemampuan berpikir sesuai dengan akal sehat dalam setiap memecahkan masalah.

– Belajar abstrak

Belajar abstrak yakni menggunakan berbagai cara berpikir abstrak untuk memecahkan masalah yang tidak nyata.

– Belajar keterampilan

Belajar keterampilan menggunakan kemampuan gerak motorik dengan otot dan urat syaraf untuk menguasai keterampilan jasmaniah tertentu.

– Belajar sosial

Proses memahami berbagai masalah dengan orang lain dan cara penyelesaian masalah tersebut. Contohnya masalah keluarga, persahabatan, dan lainnya.

– Belajar kebiasaan

Yakni belajar yang berkaitan dengan pembentukan atau perbaikan kebiasaan ke arah yang lebih baik. Dengan demikian individu memiliki sikap dan kebiasaan yang lebih positif sesuai dengan kebutuhan

– Belajar pemecahan masalah

Belajar berpikir secara sistematis dan teratur serta teliti dalam menyelesaikan sebuah masalah.

– Belajar apresiasi

Belajar apresiasi adalah belajar kemampuan dalam mempertimbangkan arti atau nilai suatu objek sehingga individu dapat menghargai berbagai objek tertentu.

Cara Belajar yang Baik

Belajar yang baik tidak dilakukan dengan sembarangan. Ada orang yang belajar dengan terpaksa, ada pula yang belajar dengan niat dan tekad yang kuat agar target terpenuhi. Nah, berikut ini beberapa cara agar belajarmu membuahkan hasil.

1. Ketahui dan Pahami

Belajar bukan hanya sekedar mengetahui, menghafal, mengikuti dan meniru. Belajar haruslah dengan memahami permasalahannya. Daripada menghafalkan kalimat, mendingan kamu pahami dulu suatu subjek dan coba kamu terangkan lagi dengan bahasamu sendiri.

2. Atur Jadwal

Ada orang yang memforsir dirinya untuk belajar dan memahami banyak subjek dalam waktu yang singkat. Percayalah, cara ini tidak efektif. Baiknya atur waktu Anda kapan belajar, kapan istirahat. Jangan belajar terus menerus tanpa istirahat. Hasilnya tidak akan optimal.

3. Ringkasan dan Evaluasi

Setiap belajar coba buat ringkasan dari sederet materi yang Anda pelajari. Lalu buatlah evaluasi untuk diri Anda sendiri. Cobalah menjawab soal-soal terkait apa yang Anda pelajari.

4. Belajar Kelompok

Dengan melakukan belajar kelompok atau berdiskusi, Anda dapat berbagi pengetahuan dengan teman-teman Anda. Anda dapat belajar dari mereka dan bertanya untuk materi yang tidak dimengerti. Belajar kelompok dapat membangkitkan semangat Anda untuk belajar lebih giat dan aktif. Anda dapat terpacu untuk belajar jika Anda melihat teman-teman yang semangat belajar.

5. Kenali gaya belajar Anda

Ada 3 tipe gaya belajar yaitu visual, auditori, dan kinestetik. Dengan mengenal gaya belajar Anda, belajar pun akan terasa lebih menyenangkan.

Contohnya, jika gaya belajar Anda adalah visual maka Anda mungkin perlu menggunakan warna pada catatan. Namun jika gaya belajar Anda adalah auditori, maka coba bikin lagu dari catatan Anda. Jika gaya belajar Anda adalah kinestetis Anda bisa melakukan gerakan sesuai catatan Anda.

Demikian ulasan mengenai pengertian belajar, fungsi,jenis hingga cara belajar yang baik. semoga bermanfaat. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *