Gempa Bumi

12 Kali Banten Dilanda Gempa Bumi Tektonik

PelayananPublik.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Klas I Tanggerang merilis, selama satu pekan dari tanggal 31 Januari sampai 6 Februari 2020, telah terjadi gempabumi tektonik sebanyak 12 kali di Banten.

Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Geofisika Klas I Tangerang Urip Setiyono mengatakan, selama sepekan ini tidak ada laporan gempabumi yang dirasakan maupun merusak.

Menurutnya, sebaran pusat gempabumi (episenter) umumnya berada di laut, yaitu pada zona pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia di bagian selatan Provinsi Banten hingga Jawa Barat. Adapun kekuatan gempabumi yang terjadi bervariasi dari magnitudo 1,8 hingga magnitudo 4,4.

“Umumnya kalau di Banten ini terjadi di laut Selatan Banten yang memanjang ke Aceh sampai ke Nusa Tenggara,” ujarnya, Jumat, (07/02/2020).

Ia menyebutkan, dari 12 kejadian gempabumi 67 persen (8 kejadian) gempabumi terjadi pada kedalaman dangkal 60 km, 25 persen (3 kejadian) gempabumi terjadi di kedalaman menengah 60 hingga 300 km dan 8 persen (1 kejadian) pada kedalaman dalam 300 km.

Berdasarkan catatan data BMKG, gembabumi paling banyak dialami pada tanggal 31 Januari 2020 dengan empat kali kejadian. Sedangkan tanggal 02 dan 04 Februari 2020 tidak tercatat kejadian gempabumi di wilayah Banten dan sekitarnya.

“Kalau gempa tidak dipengaruhi oleh cuaca karena yang satunya atmosfer yang satunya proses batuan, jadi tidak saling mempengaruhi. Sementara yang sudah ada nggak terlalu signifikan sekitar 5 magnitudo, 4 magnitudo,” ujarnya.

Ia pun menghimbau kepada masyarakat agar siap siaga dalam menghadapi bencana. Sebab, minim kejadian gempa sepatutnya tidak menjadikan lengah. Masyarakat wajib mengetahui titik evakuasi yang aman di daerahnya masing-masing.

“Intinya harus siap siaga minimal dapat melindungi diri dan cepat mencari perlindungan. Tetap berlatih, kalau keluar rumah bisa mencari titik aman dan bisa berlindung di tempat aman setiap saat,” tukasnya. (Kimi)

Leave a Reply

Your email address will not be published.