Pengertian Dakwah dalam Islam, Sejarah, Manfaat dan Keutamaannya

Pelayananpublik.id- Anda tentu sering mendengar kata dakwah dalam kehidupan sehari-hari. Dakwah erat kaitannya dengan agama Islam. Dalam arti sederhana dakwah adalah jalan menyebarkan pengetahuan agama Islam ke masyarakat lewat berbagai cara.

Dakwah berasal dari Bahasa Arab yakni Da’wah yang artinya kegiatan bersifat menyeru, mwngajak, dan memanggil orang untuk beriman dan taat kepada Allah SWT.

Kata dakwah merupakan masdar (kata benda) dari kata kerja da’a yad’u yang berarti panggilan, seruan atau ajakan.

Kata dakwah sering dirangkaikan dengan kata “Ilmu” dan kata “Islam”, sehingga menjadi “Ilmu dakwah” dan Dakwah Islam” atau ad-dakwah al-Islamiyah.

Cara berdakwah ada empat yakni dengan tabligh, ta’wir, irsyad, dan takbir.

Sejarah Dakwah Nabi Muhammad

Berbicara tentang dakwah, tentu Nabi Muhammad SAW dulu sudah melakukannya dengan berbagai cara. Beliau bahkan mendapat penolakan keras dari berbagai kalangan. Jadi selain berdakwah terang-terangan, Nabi SAW pun melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi.

Dakwah nabi Muhammad itu sendiri terdiri dari dua periode, yaitu periode Mekkah dan periode Madinah.

1. Periode Mekkah

Nabi Muhammad lahir dan bertumbuh di Mekkah. Segala peristiwa kenabiannya pun terjadi di Mekah. Menjelang usia kematangannya secara intensif melakukan perenungan tentang                 hakikat kehidupan. Untuk memperkuat kepribadiannya, Allah SWT membekalinnya dengan berbagai mukjizat, seperti peristiwa Isra Mi’raj, terbelahnya bulan, keluarnya air dari sela-sela jari beliau, bertambahnya makanan, turunnya hujan setelah beliau melakukan Istisqa. Mukjizat terbesar yang dikaruniakan Allah kepadanya adalah Al-Qur’an.

2. Periode Madinah

Di Madinah dianggap sebagai terlahirnya Islam setelah ruang dakwah di Mekkah terasa sempit bagi kaum muslimin.

Berawal dari masuk Islamnya beberapa orang asal Madinah pada tahun ke-11 kenabian dalam gerakan dakwah Rasulullah kepada orang-orang yang datang ke Mekkah, dakwah dikawasan ini berkembang dengan pesat.

Keberhasilah hijrah merupakan kemenangan besar bagi Islam dan kaum muslimin. Hijrah merupakan tonggak kehidupan baru kaum muslimin.

Di negeri ini mereka mulai menerepkan sistem kehidupan baru sesuai dengan perintah Allah SWT. Penerapan sistem kehidupan baru ini tampak disemua sektor kehidupan, baik politik, sosial maupunskalapersonal.Perbedaan yang sangat signifikan dalam metode dakwah.

Jika di Mekkah beliau tidak leluasa melaksanakan semua kebajikan yang dirancang, kalau di Madinah beliau adalah penentu kebijakan.

Ada dua kebijakan yang dilakukan Nabi Muhammad dalam membangun Islam di Madinah.

Membangun Masjid

Dibangunnya masjid saat memulai pembangunan sebuah negara baru oleh Rasulullah merupakan pertanda pentingnya masjid bagi kehidupan sosial masyarakat islam. Masjid merupakan pusat pendidikan umat islam dan simbol hubungan masyarakat islam dengan tihannya.

Menjalin Persatuan Umat

Hubungan sesama warga umat muslim pada saat itu diikat dengan rasa cinta, saling membantu, dan semangat persaudaraan. Dalam tingkat aplikasinya, kebijakan ini dilaksanakan dengan mempersaudarakan antara orang-orang muhajirin dengan ansar.

Selain menjalin persaudaraan antara muhajirin dan ansar, beliau juga membuat perjanjian antar kabilah untuk menyingkirkan segala demdam lama yang pernah terjadi diantara mereka.

Keutamaan Dakwah

– Menjadi umat terbaik karena memegang perkataan terbaik

– Mendapat pahala dari orang yang mengikuti  tanpa mengurangi pahala mereka

– Mendapat rahmad dan ridho dari Allah swt

– Menjalankan pesan nabi untuk saling mengigatkan dalam kebaikan.

Jenis Dakwah

1. Dakwah Fardiah

Dakwah Fardiah adalah dakwah yang dilakukan seseorang kepada individu lain (satu orang) atau kepada banyak orang dalam jumlah yang kecil dan terbatas. Biasanya dakwah fardiah berlangsung tanpa adanya kesiapan dan tersusun secara tertib.

2. Dakwah Ammah

Sedangkan Dakwah Ammah adalah jenis dakwah yang dilaksanakan seseorang dengan media lisan yang diarahkan kepada orang banyak dengan tujuan memberi pengaruh kepada orang lain.

3. Dakwah bil-Lisan

Merupakan dakwah yang secara langsung disampaikan dalam wujud lisan sehingga ada interaksi yang terjalin antara pemberi dakwah dengan orang yang mendengarkan dakwah tersebut.

4. Dakwah bil-Haal

Dakwah bil al-Hal merupakan dakwah yang mengutamakan perbuatan nyata. Dakwah jenis ini dilaksanakan dengan maksud tidak cuma membuat pendengar memahami arti yang disampaikan dari dakwah tersebut, tapi juga mengaplikasikan berbagai perbuatan yang dicontohkan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

5. Dakwah bit-Tadwin

Adalah berdakwah dengan tulisan seperti menerbitkan buku, membuat artikel di koran, majalah, internet dan lainnya.

Keuntungan lain dari dakwah model ini tidak menjadi musnah meskipun sang dai, atau penulisnya sudah wafat. Menyangkut dakwah bit-Tadwim ini Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya tinta para ulama adalah lebih baik dari darahnya para syuhada”.

6. Dakwah bil Hikmah

Dakwah bil Hikmah Yakni menyampaikan dakwah dengan cara yang arif bijaksana, yakni melakukan pendekatan sedemikian rupa sehingga pihak objek dakwah bisa melaksanakan dakwah atas kemauannya sendiri, tidak merasa ada paksaan, tekanan maupun konflik. Dengan kata lain dakwah bi al-hikmah merupakan suatu metode pendekatan komunikasi dakwah yang dilakukan atas dasar persuasif.

Demikian ulasan mengenai pengertian dakwah, jenis, sejarah, hingga keutamaannya. Semoga menambah wawasan Anda. (Nur Fatimah)

Leave a Reply

Your email address will not be published.