Pengertian Cerita Rakyat, Ciri, Hingga Contohnya

Pelayananpublik.id- Setiap daerah di dunia pasti memiliki cerita-cerita rakyat khas daerah tersebut. Cerita rakyat bisa berdasarkan kisah nyata, bisa pula hanya dongeng sebelum tidur saja.

Cerita rakyat dalam bahasa Inggris disebut folklore. Nah jika Anda pernah mendengar kata urband legend, itu juga termasuk cerita rakyat.

Saat ini banyak cerita-cerita rakyat yang telah diangkat menjadi film karena dianggap menarik.

Pada dasarnya, cerita rakyat merupakan cerita yang berasal dari masyarakat dan berkembang dalam masyarakat pada masa lampau yang menjadi ciri khas di setiap bangsa yang mempunyai kultur budaya yang beraneka ragam.

Biasanya, cerita rakyat ini mengisahkan mengenai suatu kejadian di suatu tempat atau asal muasal suatu tempat. Tokoh-tokoh yang dimunculkan dalam cerita rakyat umumnya diwujudkan dalam bentuk binatang, manusia dan dewa.

Cerita rakyat berkaitan dengan dongeng dan kisah yang diceritakan secara turun-temurun oleh penduduk suatu daerah. Cerita tersebut biasanya mengandung pesan-pesan luhur kepada pendengarnya.

Ciri Cerita Rakyat

Saat ini begitu banyak tulisan yang berbau dongeng dan kisah fantasi. Namun cerita rakyat memiliki ciri khusus, yakni:

1. Disampaikan secara lisan, artinya tidak ada buku referensi baku untuk sebuah cerita rakyat. Jadi tak heran kalau ada banyak versi dari satu cerita rakyat.

2. Disampaikan secara turun-temurun. Nah, cerita rakyat disampaikan oleh orang-orang tua zaman dahulu kepada anak dan cucu-cucu mereka. Tidak tahu siapa yang menciptakan cerita dan pertama kali membuatnya. Jadi tidak diketahui apakah cerita rakyat itu benar-benar kisah nyata atau mitos belaka.

3. Cerita rakyat biasanya kaya nilai-nilai luhur. Misalnya sifat-sifat jahat pada manusia akan membawa keburukan. Maka kalau berbuat jahat pasti ada ganjarannya dalam cerita itu.

4. Cerita rakyat bersifat tradisional dan mempunyai bentuk-bentuk klise dalam susunan atau cara pengungkapannya.

Fungsi Cerita Rakyat

Cerita rakyat tentu memiliki beberapa fungsi dalam kehidupan masyarakat. Fungsi tersebut antara lain:

1. Sebagai hiburan, mendengarkan cerita rakyat sepeti dongeng, mite atau legenda, kita sekan-akan diajak berkelana ke alam lain yang tidak kita jumpai dalam pengalaman hidup sehari-hari.

2. Sebagai pendidikan, yaitu pada dasarnya cerita rakyat ingin menyampaikan pesan atau amanat yang dapat bermanfaat bagi watak dan kepribadian para pendengarnya.

3. Sebagai sarana penggalang rasa kesetiakawanan diantara warga masyarakat yang menjadi pemilik cerita rakyat tersebut.

4. Fungsi lain lagi dari cerita rakyat adalah sebagai pengokoh nilai-nilai sosial budaya yang berlaku dalam masyarakat. Dalam cerita rakyat terkadang ajaran-ajaran etika dan moral bisa dipakai sebagai pedoman bagi masyarakat.

Macam-macam Cerita Rakyat

Ada beberapa jenis cerita rakyat berdasarkan isi ceritanya. Cerita rakyat bisa mengisahkan kepercayaan ghaib, riwayat terjadinya sesuatu dan lainnya. Berikut jenis cerita rakyat beserta contohnya.

1. Mite

Cerita rakyat jenis Mite adalah yang berhubungan dengan kepercayaan terhadap pada suatu benda atau makhluk ghaib di suatu tempat.

Contoh mite adalah Kisah Begu Ganjang (Sumut), Ikan Mas Raksasa Danau Toba (Sumut), Nyi Roro Kidul (Jawa).

2. Legenda

Legenda merupakan cerita rakyat yang mengisahkan riwayat terjadinya suatu tempat atau wilayah.

Contoh legenda adalah Kisah Sampuraga (Sumut), Malin Kundang (Sumbar), Tangkuban Perahu (Jabar), Kisah Banyuwangi dan lainnya.

3. Sage

Cerita rakyat jenis Sage merupakan cerita tentang peristiwa sejarah bercampur dengan fantasi rakyat.

Contoh: Syariah Melayung, Hikayah Hang Tuah, Ciung Wanana, dan sebagainya.

4. Paralel

Pararel merupakan cerita rakyat yang  tokohnya adalah manusia dan hewan.

Contoh : Anjing Yang Loba, Semut Dan Belalang, Hikayah Mahabrata, Hikayah Ramayana, dan sebagainya.

5. Fabel

Fabel merupakan cerita rakyat menokohkan binatang sebagai lambang pengajaraan  moral. Fabel ini sering menjadi cerita dongeng sebelum tidur anak-anak. Dalam fabel masing-masing hewan digambarkan dengan perwakilan, misalnya kancil pasti cerdik, kerbau malas dan bodoh, buaya rakus dan sebagainya.

Contoh : Cerita Si Kancil yang Cerdik, Kancil dan Buaya, Hikayat Kalila dan sebagainya.

6. Jenaka

Jenaka merupakan cerita rakyat tentang perilaku orang bodoh, orang malas, atau cerdik masing-masing dilukiskan secara humor.

Contoh : Si Lebai yang Malang, Pak Kodok, Pak Pender, Pak Belalang, dan sebagainya.

7. Cerita Terbingkai

Cerita Terbingkai merupakan cerita yang didalamnya cerita lagi.

Contoh : 1001 malam

8. Parabel

Parabel merupakan cerita yang mengganbarkan cerita moral dengan para tokoh benda mati.

Contoh : Kisah sepasang Slop.

Demikian ulasan mengenai cerita rakyat, mulai dari pengertian, ciri hingga contohnya. Semoga bermanfaat. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *