Pengguna Narkoba Mencapai 3,6 Juta, BNN Fokus Babat Ladang Ganja di Aceh

Pelayananpublik.id- Kendati gencar dilakukan pemberantasan, pengguna narkoba nyatanya semakin meningkat dari tahun ke tahun. Tak terkecuali di Indonesia yang di tahun 2019 ini penggunanya telah mencapai 3,6 juta orang.

Jumlah itu juga menunjukkan kalau peningkatan jumlah sebesar 0,03 persen dibandingkan tahun 2018 lalu.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Heru Winarko mengatakan Pengguna paling banyak berusia 15 hingga 65 tahun. Dan yang paling banyak digunakan adalah mariyuana alias ganja.

Seperti yang diketahui pemakaian ganja ini lebih mudah karena hanya dihisap seperti layaknya rokok. Bahkan kini sudah ada ganja cair yang bisa dipakai dengan rokok elektrik atau Vape.

“Memang kalau untuk ini nanti langkah langkah kita, kenapa kita meningkat, pertama yang paling banyak menggunakan 63 persen adalah jenis ganja,” kata Heru.

Winarko mengatakan saat ini pihaknya fokus memusnahkan lahan-lahan ganja yanga da di Aceh sebagai tindak lanjut kasus pemberantasan narkoba di Indonesia.

“Jadi kita sekarang fokus, di Aceh di beberapa daerah pemusnahan lahan lahan ganja kita lakukan,” tegas Heru.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari menambahkan, ada berbagai macam cara penyelundupan narkoba.

“Kalau jaringan lokalnya itu bisa macam-macam, kalau lokal biasanya di daerah tujuan penyelundupan, di daerah pemasaran atau marketnya, Kalimantan kolaborasi dengan Sulawesi, tetapi juga berkolaborasi dengan sindikat yang ada di Sumatera dan juga sangat memungkinkan untuk menyebar terus ke Jawa Timur dan Jakarta,” bebernya.

Sedangkan sindikat internasional, sumber barang narkoba banyak dari Myanmar, Laos, dan Thailand, walaupun masuknya biasanya tetap transit Malaysia.

Ia juga mengatakan, pihaknya akan meningkatkan operasi jelang akhir tahun ini.

“Jelang akhir tahun ini, kita adakan operasi-operasi,” kata Heru di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (4/12/2019).

Dia menuturkan, pihaknya akan fokus kepada jaringan-jaringan narkoba yang ada. BNN, kata dia, akan bekerja sama dengan beberapa kalangan.

“Kita kerja sama dengan bea cukai, Polair (polisi air dan udara),” pungkas Heru.

Deputi Pemberantasan BNN Arman Depari menuturkan, selain meningkatkan operasi, pihaknya akan memeriksa para sopir angkutan umum jelang libur akhir tahun.

“Itu nanti. Mungkin akan kita arahkan melalui Kepala BNN provinsi masing-masing,” kata Arman. (*)

Sumber: Liputan 6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *