Bayi Sekarat Umur 10 Hari Terpaksa Dibawa Pulang dari RS karena Biaya Medis

Pelayananpublik.id – Seorang bayi berumur 10 hari sekarat dan mengalami kejang-kejang. Bayi tersebut sempat dirawat di salah satu rumah sakit (RS) kota Medan, namun orang tua terpaksa membopong pulang sang buah hati karena tidak memiliki biaya untuk perawatan.

Bayi malang itu anak dari pasangan Andika Sirait dan Purnamasari Sihite. Mereka adalah warga Jl Ileng komplek Taman Grand Permata Hijau Blok C No 22, Kelurahan rengas Pulau, Kota Medan.

Setelah lahir, kondisi bayi tersebut memburuk. Dia mengalami kejang-kejang dan sesak napas. Hal itu membuat sang bayi harus dirawat di ruang NiCU.

Namun, kedua orang tua bayi yang merupakan keluarga prasejahtera tidak memiliki cukup uang untuk membayar biaya perawatan medis di rumah sakit tersebut.

Mereka sudah pontang-panting mencari pinjaman namun tidak membuahkan hasil. Sedangkan mereka bukan merupakan peserta BPJS.

Sedangkan rumah sakit tersebut mengharuskan untuk membayar biaya perawatan medis.

Terpaksa sang ayah membopong pulang buah hatinya ke rumah mereka. Di sana, kedua orang tua bayi hanya bisa pasrah melihat anaknya kejang-kejang dan sesak napas pada Minggu (17/11/2019).

Kisah memperihatinkan keluarga tersebut sempat didokumentasikan di  media sosial facebook. Banyak netizen yang sudah menyebarkan kisah tersebut.

Beruntung, kisah itu akhirnya menarik beberapa orang dermawan, salah satunya adalah kepala rumah sakit Bhayangkara Medan.

Tim medis dari rumah sakit Bhayangkara Medan langsung turun ke rumah Andika dan Purnamasari. Sang bayi pun langsung dibawa ke rumah sakit Bhayangkara untuk mendapat perawatan medis.

“Bayi didiagnosis neonatal seizure. Barusan kita pasang ventilator. Saat ini masih kritis dan kejang berulang,” terang Kasubbid Yanmed Dokpol, RS Bhayangkara Polda Sumut, dr Evi.

Dia menerangkan bahwa RS Bhayangkara Medan menaggulangi biaya perawatan medis sebagai bentuk kepedulian sosial.

“Semua (biaya) ditanggulangi di rumah sakit Bhayangkara Medan. Untuk tindakan medis, sementara kami jaga dulu pernafasannya agar bisa stabil. Obat anti kejangnya sudah kami berikan dan terapi lainnya,” jelas dr Evi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.