Apa Arti Offside dalam Sepakbola, Dan Bagaimana Asal Mula Peraturan Itu

Pelayananpublik.id- Sepakbola merupakan olahraga yang populer di berbagai belahan dunia. Olahraga ini juga diminati sebagian besar orang di dunia hingga dipertandingkan secara Internasional.

Padahal permainannya cukup sederhana, yakni rebut bola dah tembus gawang milik lawan.

Meskipun terlihat sederhana, permainan ini memiliki aturan yang lumayan ketat. Sehingga kecurangan dapat diminimalisir. Yah, pasti permainan tidak akan seru jika tidak memiliki peraturan kan.

Nah, peraturan yang cukup populer di telinga masyarakat tentang sepak bola adalah offside. Offside ini termasuk pelanggaran, dimana jika dilakukan maka wasit akan memerintahkan bola diberikan ke lawan.

Bagaimana posisi pemain sehingga disebut offside?

Menurut FIFA (Fédération Internationale de Football Association) Offside adalah pelanggaran dimana pemain posisinya lebih dekat ke garis gawang lawan dibandingkan posisi lawan terakhir. Maka apabila pemain ini diumpankan bola dari kawan satu timnya maka akan terjadi pelanggaran offside.

Namun pemain tersebut tidak akan mendapatkan pelanggaran offside jika dia menerima bola langsung dari lemparan ke dalam, tendangan sudut maupun tendangan gawang.

Kondisi yang dikatakan bukan offside adalah ketika seorang pemain berdiri sejajar dengan dua lawan terakhir atau dengan lawan kedua terakhir dan berdiri setengah lapangan sendiri.

Asal-usul Peraturan Offside dalam Sepakbola

Dalam sejarahnya, permainan sepakbola sudah muncul sejak seratus tahun lalu. Namun permainannya masih bebas bukan dengan aturan kompleks seperti saat ini.

Nah, satu per satu peraturan mulai diterapkan agar permainan menjadi lebih fair dan bernilai, termasuk offside ini.

Offside awalnya berasal dari istilah di dunia militer, tepatnya dari kalimat ‘off the strength of his side‘ yang berarti status bebas tugas alias dipecat.

Prinsip tersebut digunakan dalam sepak bola pertama kali sekitar pada tahun 1800-an di Inggris. Ketika seorang pemain berada dalam posisi offside, berarti dia dibebastugaskan alias terlepas dari permainan. Dalam hal ini, yang terjadi adalah sebuah pelanggaran.

Beberapa menyebut bahwa sistem offside juga diadopsi dari olahraga Rugby. Konsepnya sama, melarang seorang pemain hanya diam menunggu umpan di depan gawang lawan.

Menurut undang-undang FIFA yang tertulis dalam Laws Of The Game, seorang pemain berada di luar area permainan atau offside, apabila tersentuh bola atau menerima umpan dari rekan satu tim, dengan keadaan pemain tersebut berada mendahului pemain paling belakang dari tim lawan dan apabila pemain tersebut berada lebih dekat dengan garis gawang lawan setelah kiper.

Secara umum, pengertian offside adalah sebuah situasi yang terjadi jika seorang pemain diberikan bola ketika berada lebih dekat dengan garis gawang lawan dibandingkan posisi pemain lawan. Atau dengan kata lain, seorang pemain menerima umpan dalam keadaan berdiri sendiri di daerah lawan.

Nah, peraturan offside ini mulai diperkenalkan pada 1985 oleh klub yang bernama Sheffield FC. Sheffield mengusulkan aturan yang melarang seorang pemain berdiri di dekat gawang lawan. Jika pemain tersebut menerima umpan dari rekannya, maka dia berada dalam posisi offside.

Perkembangan Peraturan Offside

1. Pertama kali dibuat, peraturan offside mencakup tiga pemain belakang. Dalam aturan ini disebutkan bahwa seorang pemain sudah dinyatakan offside meskipun di depannya masih ada tiga pemain belakang lawan, termasuk kiper.

2. Karena dianggap kurang relevan dengan permainan yang menyebabkan terlalu banyak offside, direvisilah peraturan tersebut. Kalau pertama adalah aturan tiga pemain belakang, kini menjadi dua pemain belakang.

Ketika FIFA mulai didirikan pada tahun 1904, seluruh peraturan sepakbola termasuk offside mulai dipikirkan secara serius. Asosiasi sepakbola Skotlandia mengusulkan untuk mengganti aturan “tiga pemain belakang” dengan hanya dua pemain belakang.

Peraturan ini juga memunculkan formasi yang kerap memainkan pola 2-3-5, dimana setiap tim hanya menempatkan dua bek saja. Peraturan ini diterapkan pada 1925 dan permainan pun semakin dinamis karena peluang offside kecil.

3.  Namun peraturan dua pemain belakang kemudian kembali direvisi menjadi satu pemain belakang. Seorang pemain dikatakan dalam posisi offside, jika pada saat menerima umpan hanya tinggal satu pemain belakang lawan di depannya. Dalam situasi normal, pemain belakang itu adalah kiper.

Namun pada 2003, FIFA membuat aturan offside menjadi sedikit lebih bersahabat, dimana pemain yang terjebak offside belum tentu dinyatakan offside jika sang pemain tak terlibat aktif dalam permainan. Peraturan ini terbilang lebih mudah karena pemain yang tak terperangkap offside masih bisa memainkan bola tanpa diganggu keputusan offside dari wasit. Peraturan inilah yang diadopsi permainan sepakbola sekarang ini.

Demikian ulasan mengenai pengertian “offside” dalam permainan sepakbola dan bagaimana asal-usulnya. Semoga bermanfaat. (Nur Fatimah) 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.