Air PDAM di Rumah Sulit Mengalir ? Simak Solusi dan Ulasannya di Sini…

Sambungan dari halaman 1

Menurutnya, dalam satu kajian bahwa ada perhitungan risiko kurangnya produksi air sekira 20 persen dari total produksi. Sehingga total produksi air PDAM yang bisa dialiri ke pelanggan sekira 5.280 liter per detik.

Jika perhitungan tersebut dikalkulasikan, total pelanggan yang bisa dialiri secara normal yakni 369.600 pelanggan.

Sedangkan jumlah pelanggan PDAM Tirtanadi saat ini sebanyak hampir 500.000 pelanggan. Jadi ada kelebihan pelanggan sebanyak sekira 130.400 pelanggan.

“Penyebab kurangnya produksi air sebesar 20 persen tersebut bisa jadi karena kebocoran pipa atau hal lainnya. Kelebihan pelanggan tersebut itulah yang membuat aliran air lemah, keran dibuka tapi air tidak keluar,” ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa penyebab lain lemahnya aliran air yakni bisa karena kebocoran pipa atau hal teknis lainnya. Namun hal itu hanya berdampak kecil jika dibandingkan kelebihan kapasitas pelanggan.

Pegawai tersebut menjelaskan solusi untuk mengatasi lemahnya aliran air tersebut adalah dengan meningkatkan produksi air. Caranya dengan membangun sarana atau prasarana produksi air.

Namun untuk membangun hal itu membutuhkan biaya yang cukup besar. Dia menyebut bahwa untuk membuat satu sarana produksi air sebanyak 200 liter per detik membutuhkan biaya sekira Rp58 miliar.

“Medan juga membutuhkan waduk (tempat penyimpanan air) untuk memproduksi air. Kalau ada waduk yang mumpuni, kita bisa memproduksi air lebih banyak,” terangnya sembari menjabarkan lewat tulisan.

Sedangkan terkait cara pelanggan menggunakan mesin pompa air untuk meningkatkan aliran air (menarik air) ternyata memiliki dampak buruk bagi pelanggan lainnya yang tidak menggunakan mesin pompa air.

Penggunaan mesin pompa air bisa membuat tekanan aliran air tidak seimbang dan berdampak buruk (lemahnya aliran air) terhadap pelanggan yang tidak menggunakan mesin pompa air.

“Air mengalir dari tempat tinggi ke rendah. Jadi jika ada pelanggan yang rumahnya dekat dengan produksi air biasanya lebih kencang airnya. Kami sudah mengimbau pelanggan agar tidak menggunakan mesin pompa air karena bisa berdampak buruk pada pelanggan lain. PDAM tidak ada mengatur (membeda-bedakan) soal tekanan air, itu otomatis” kata pegawai tersebut.

Untuk diketahui, kondisi aliran air PDAM di sekitar Kota Medan sangat memperihatinkan, aliran sangat lemah membuat pelanggan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan air.

Bahkan pada jam-jam tertentu (saat waktu pelanggan biasanya menggunakan air), umumnya dari pagi hingga siang, aliran air dari PDAM sangat sulit digunakan. Biasanya air akan mengalir pada malam hari, itu juga lemah.

“Saat ini saja kita sudah kesulitan soal air ini. Mungkin 5 tahun mendatang jika tidak ada solusinya, kondisinya akan lebih parah,” pungkasnya.

Sedangkan saat coba dikonfirmasi ke Humas PDAM Tirtanadi terkait jumlah produksi air, jumlah pelanggan dan soal tekanan aliran air. Mereka belum memberikan keterangan.

“Ya. Besok saja ya,” kata Plt Kabid Humas PDAM Tirtanadi, Adenin Ginting.

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *