Pelayananpublik.id- Istilah pendapatan nasional seringkali mengemuka di berbagai media khususnya di bidang ekonomi.

Pendapatan nasional sendiri merupakan  seluruh pendapatan yang diterima oleh setiap anggota masyarakat di suatu negara dalam periode tertentu, dan umumnya dihitung per satu tahun.

Selain itu pendapatan nasional juga bisa merupakan jumlah total hasil produksi nasional yang dihasilkan oleh semua anggota masyarakat di suatu negara dalam periode tertentu, umumnya dalam satu tahun.

Jadi pendapatan nasional ini dapat dihitung jika ada nilai total hasil produksi akhir dalam perekonomian suatu negara dalam periode tertentu yakni satu tahun.

Artinya jika dihitung hanya laporan nilai produksi selama beberapa bulan, tidak bisa disimpulkan sebagai pendapatan nasional.

Perhitungan pendapatan nasional penting dilakukan untuk mengetahui tingkat kesejahteraan rakyat dan kemampuan finansial suatu negara.

Manfaat Perhitungan Pendapatan Nasional

Berikut beberapa manfaat menghitung pendapatan nasional suatu negara.

1. Menghitung jumlah pendapatan suatu negara

2. Mengetahui keuntungan atau kerugian yang dihasilkan suatu Negara

3. Mengetahui pengeluaran suatu negara

4. Mengetahui tingkat pertumbuhan ekonomi di suatu Negara

5. Sebagai acuan dalam melakukan analisis ekonomi

6. Membandingkan pertumbuhan ekonomi suatu negara dengan negara lainnya

7. Mengetahui seberapa besar kontribusi dari sector bisnis terhadap pendapatan nasional

8. Menjadi salah satu rumusan pembuatan kebijakan dari pemerintah

9. Digunakan untuk penggolongan suatu Negara

10. Mengukur tingkat kemakmuran suatu Negara

Konsep Pendapatan Nasional

Pendapatan nasional suatu negara memiliki beberapa konsep. Konsep-konseo tersebut akan dilibatkan dalam perhitungan jumlah pendapatan nasional setiap tahunnya.

Adapun beberapa konsep pendapatan nasional adalah sebagai berikut:

1. Produk Domestik Bruto (GDP)

Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product) adalah jumlah total barang dan jasa yang berhasil diproduksi oleh unit-unit eknomi di dalam negeri atau domestik dalam satu periode, yaitu dalam satu tahun.

GDP = Pendapatan Masyarakat Dalam Negeri + Pendapatan Asing Dalam Negeri

Barang dan jasa yang diproduksi oleh badan usaha asing di dalam negeri juga termasuk di dalam Gross Domestic Product (GDP). Sebagai contoh, perusahan Y milik Jepang memiliki cabang di Indonesia, maka hasil produksinya termasuk dalam GDP.

2. Produk Nasional Bruto (GNP)

Produk Nasional Bruto (Gross National Product) adalah total jumlah produk, baik barang maupun jasa, yang diproduksi oleh masyarakat suatu negara dalam periode tertentu, umumnya dalam satu tahun.

Produksi tersebut termasuk yang dihasilkan oleh warga negara tersebut di luar negeri, misalnya pengusaha Indonesia yang beroperasi di negara lain.

GNP = Pendapatan WNI Dalam Negeri + Pendapatan WNI Luar Negeri – Pendapatan Asing Dalam Negeri

3. Produk Nasional Netto (NNP)

Produk Nasional Netto (Net National Product) jumlah total Produk Nasional Bruto dikurangi dengan penyusutan barang modal.

Penyusutan merupakan penggantian barang modal bagi peralatan yang digunakan untuk kegiatan produksi. Biasanya berupa taksiran sehingga bisa terjadi kekeliruan walaupun relatif kecil.

NNP = GNP – depresiasi (penyusutan barang modal)

4. Pendapatan Nasional Netto (NNI)

Pendapatan Nasional Netto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung berdasarkan jumlah balas jasa yang diperoleh masyarakat pemilik faktor produksi.

NNI = NNP – Pajak Tidak Langsung

5. Pendapatan Perseorangan (PI)

Pendapatan perseorangan (Personal Income) adalah jumlah total pendapatan yang diperoleh oleh masing-masing orang dalam masyarakat, termasuk penghasilan yang didapatkan tanpa harus bekerja, misalnya PNS yang mendapatkan uang pensiun.

PI = NNI – Pajak Perusahaan – Iuran – Laba Ditahan + Transfer Payment

Transfer Payment adalah semua penerimaan yang bukan dari hasil balas jasa produksi, tapi diambil dari pendapatan nasional tahun sebelumnya. Misalnya dana pensiun, tunjangan pengangguran, dan lain-lain.

6. Pendapatan yang Siap Dibelanjakan (DI)

Pendapatan yang Siap Dibelanjakan (Disposable Income) adalah penghasilan yang sudah dikurangi dengan pajak langsung sehingga dapat dibelanjakan atau disimpan dalam bentuk investasi.

DI = PI – Pajak Langsung

Pajak langsung adalah yang pajak yang tidak bisa dialihkan kepada pihak lain, misalnya pajak penghasilan.

Pendekatan Perhitungan Pendapatan Nasional

Menghitung pendapatan nasional, harus menggunakan sejumlah metode ataupun pendekatan. Setidaknya ada 3 pendekatan yang dilakukan jika ingin menghitung pendapatan nasional suatu negara. Mereka adalah:

1. Pendekatan Produksi

Yang dimaksud dengan pendekatan produksi dilakukan dengan cara menambahkan nilai produksi akhir dari setiap sektor. Sebagai contoh, suatu negara memiliki sektor perikanan, dengan hasil utama yaitu ikan tuna.

Misalnya harga ikan tuna adalah Rp2000,- per ekor. Ikan tuna tersebut kemudian dijual ke perusahaan A untuk diolah menjadi produk lain dan diberi harga Rp5000,-. Ikan tuna yang telah diolah tersebut kemudian dijual ke perusahaan B dengan harga Rp10.000,- untuk dijadikan produk baru.

Dari penjelasan ilustrasi tersebut, maka jumlah Pendapatan Nasional adalah Rp10.000,- yang merupakan nilai akhir dari ikan tuna tersebut. Nilai yang sama akan didapatkan dengan menjumlahkan nilai akhir dari produksi ikan tuna.

Berikut ilustrasinya:

Unit Ekonomi Nilai tambah Harga
Nelayan 2000 2000
Perusahaan A 3000 5000
Perusahaan B 5000 10000
Total Nilai Tambah 10.000
Jika Y = Nilai akhir, maka

Y = nilai tambah 1 + Nilai tambah 2 + … + Nilai tambah N

2. Pendekatan Pendapatan

Selain pendekatan produksi, menghitung pendapatan nasional suatu negara bisa juga menggunakan pendekatan pendapatan.

Yakni dengan menjumlahkan total imbal hasil dalam bentuk upah, sewa, bunga, dan laba.

Y = upah + sewa + bunga + laba

3. Pendekatan pengeluaran

Pendekatan pengeluaran dapat dihitung dengan cara menjumlahkan semua pengeluaran berupa konsumsi, investasi, pengeluaran pemerintah, dan selisih ekspor dikurangi dengan impor.

Y = konsumsi + investasi + pengeluaran pemerintah + (ekspor – impor).

Demikian ulasan mengenai pendapatan nasional, konsep hingga cara menghitungnya. Semoga bermanfaat. (Nur Fatimah)

Tinggalkan Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here