Pengertian dan Ciri-ciri Orang yang Terkena Cuci Otak

Pelayananpublik.id- Istilah cuci otak mungkin sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat. Namun praktek cuci otak sendiri masih kontroversial.

Sekarang ini banyak orang dituduh otaknya telah dicuci hanya karena dia memiliki pemikiran yang berbeda dari yang lainnya. Padahal cuci otak sendiri merupakan kejahatan besar yang bisa menyebabkan kehancuran umat dan kehancuran bangsa.

Sebelum membahas lebih jauh, ada baiknya simak dulu pengertian cuci otak berikut ini.

Pengertian Cuci Otak

Seperti yang diketahui cuci otak bisa diartikan secara harfiah yakni mencuci organ otak yang ada di kepala manusia. Bisa pula diartikan sebagai kegiatan mengubah mindset atau pemikiran manusia.

1. Cuci Otak Secara Medis

Cuci otak secara medis adalah pengertian pencucian otak secara harfiah. Yakni mencuci organ vital manusia yakni otak untuk kesembuhan dari penyakit tertentu.

Di Indonesia sendiri baru-baru ini gempar seorang dokter yang bisa melakukan pencucian otak untuk menyembuhkan penyakit stroke. Diketahui, penyakit stroke disebabkan adanya penyumbatan alirab darah ke otak dan kerusakan pembuluh darah di otak.

Dokter yang melakukan terapi cuci otak itu adalah dr Terawan Agus Putranto, Kepala RS Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto yang kini sudah dipecat karena metode penyembuhannya itu.

Beberapa figur publik bahkan pernah melakukan terapi cuci otak dari Terawan. Seperti mantan Wapres Try Sutrisno, mantan kepala BIN Hendropriyono, tokoh pers Dahlan Iskan beserta istrinya, dan tokoh ternama lainnya.

Terapi cuci otak yang dilakukan Terawan menggunakan obat heparin untuk menghancurkan plak tersebut. Heparin dimasukkan lewat kateter yang dipasang di pangkal paha pasien, menuju sumber kerusakan pembuluh darah penyebab stroke di otak. Cairan itu juga menimbulkan efek anti pembekuan di pembuluh darah.

Beberapa pasien mengatakan, kondisi mereka memang lebih baik setelah melakukan terapi tersebut. Namun, IDI menyatakan, cara yang dilakukan Terawan melanggar kode etik. Keamanan praktek cuci otak itu juga masih dipertanyakan.

Biayanya terapi cuci otak ini antara paling murah Rp 30 juta per pasien.

2. Cuci Otak Secara Psikologis

Istilah “cuci otak” pertama kali digunakan pada tahun 1950-an oleh jurnalis Amerika bernama Edward Hunter, yang melaporkan perlakuan terhadap tentara Amerika dalam fasilitas penjara Cina selama Perang Korea.

Teknik cuci otak telah didokumentasikan jauh ke belakang dalam “Egyptian Book of the Dead” dan digunakan oleh pasangan dan orang tua yang kejam, paranormal yang menobatkan diri sendiri, pemimpin sekte, perkumpulan rahasia, revolusioner, dan diktator, untuk memanipulasi dan membuat orang lain berada di bawah kuasa mereka.

Mengerikan dan tidak meninggalkan jejak karena teknik ini tidak memerlukan senjata fantastis atau kekuatan eksotis, tetapi melibatkan pemahaman tentang psikologi manusia dan hasrat untuk mengeksploitasinya.

Untuk diketahui, teknik cuci otak ini hanya bisa dilakukan kepada orang yang lemah.

Sasaran Cuci Otak

Perlu diingat tidak semua orang bisa menjadi sasaran pencucian otak. Orang-orang yang berjiwa lemah lah yang seringkali menjadi korban aktifitas ini.

Mereka lebih mudah terpengaruh dan dieksploitasi pemikirannya. Biasanya orang-orang ini adalah yang tidak punya teman, orang yang putus asa dan sedang terpuruk.

Adapun contoh-contoh orang yang gampang menjadi sasaran cuci otak adalah sebagai berikut:

1. Orang yang kehilangan pekerjaan dan takut menghadapi masa depan.

2. Orang yang baru bercerai, terutama perceraian yang pahit.

3. Orang yang menderita penyakit menahun, khususnya yang tidak dimengerti dan sudah putus asa karenanya.

4. Mereka yang kehilangan orang yang dicintai, terutama bila mereka sangat dekat dan hanya memiliki sedikit teman lain.

5. Orang muda yang untuk pertama kalinya jauh dari rumah. Ini merupakan favorit khusus bagi pemimpin sekte.

Bagi kalian yang mengalami kejadian buruk seperti di atas waspadalah terhadap pencucian otak. Anda bisa saja diarahkan menjadi bagian sekte sesat atau malah kelompok teroris.

Ciri-ciri Pencucian Otak

Para pelaku pencucian otak tidak akan berpenampilan khusus. Mereka hadir layaknya orang biasa dan berusaha menjadi teman Anda.

Nah, tidak ada salahnya berteman dengan orang baru. Namun jika ada kejanggalan Anda harus segera tanggap. Berikut ciri-ciri Anda sedang dicuci otak.

1. Mengisolasi Korban

Biasanya si pelaku pencucian otak sengaja menjauhkan Anda dari pergaulan, teman, pacar bahkan orangtua Anda sendiri.

Isolasi ini ada beberapa bentuk. Untuk orang muda yang masuk dalam sekte, isolasi berarti mencegah mereka berhubungan dengan teman dan keluarga.

Untuk pasangan yang berada dalam hubungan penuh kekerasan, isolasi bisa berarti tidak pernah membiarkan korban jauh dari pandangan atau mengizinkan mereka kontak dengan teman dan keluarga.

Untuk tahanan di dalam penjara musuh, berarti mengisolasi tahanan dari yang lain sementara menyiksa mereka secara halus atau terang-terangan.

Sebagian korban justru terlihat menarik diri sendiri dari sosial. Mereka mulai antipati dan antisosial dan menganggap dunia adalah musuhnya.

2. Menghancurkan Harga Diri Korban

Pencucian otak hanya berhasil ketika si pencuci otak berada dalam posisi lebih unggul dari korban. Artinya korban harus dihancurkan, jadi mereka dapat membentuk ulang si korban berdasarkan gambaran mereka.

Ini dapat dilakukan secara mental, emosional, atau bahkan cara-cara fisik selama waktu yang cukup lama sampai bisa menaklukkan target secara fisik dan emosional.

Bentuk penyiksaan dapat dilakukan dengan kata-kata atau sikap tubuh mulai dari ekspresi tidak setuju sampai menyerang ruang pribadi korban.
Penyiksaan emosional tentu tidak sama, namun bisa dimulai dengan penghinaan verbal, kemudian dilanjutkan dengan memaksa, meludah, atau perlakuan yang lebih tidak manusiawi seperti menelanjangi korban untuk difoto atau hanya untuk dilihat.

3. Menyakinkan Bahwa Korban Bagian dari Kelompok

Hati-hati juga pada orang yang mencoba membuat kesan bahwa menjadi “bagian dari kelompok” itu lebih menarik daripada hanya menjadi bagian dunia luar.

Anda dianggap dan dielu-elukan sebagai orang yang sangat spesial dan dianggap cocok masuk ke kelompok orang-orang spesial.

Bersamaan dengan melemahkan pertahanan diri korban, penting bagi si pencuci otak untuk memberi alternatif yang tampak lebih menarik daripada yang sudah diketahui korban sebelum kontak dengan si pencuci otak.

Ini bisa dilakukan melalui berbagai metode diantaranya hanya memperbolehkan kontak dengan orang-orang yang juga sudah dicuci otaknya.

Cara ini bisa diperkuat lagi dengan sentuhan, sesi diskusi, seks berkelompok, atau dengan sarana yang lebih ketat seperti pakaian seragam, diet terkendali, atau peraturan kaku lainnya.

Mereka juga akan memperkenalkan mentalitas “kita vs mereka” di mana si pemimpin benar dan dunia luar salah. Tujuannya adalah memperoleh ketaatan yang buta, di mana korban akan menyerahkan uang dan hidup mereka pada si pencuci otak untuk tujuannya sendiri.

4. Ada Tanda Fanatisme dan Ketergantungan

Korban pencucian otak akan tampak terfokus pada kelompok dan atau pemimpinnya hingga titik obsesi.

Pada saat yang sama, mereka sepertinya tidak mampu menyelesaikan masalah tanpa bantuan kelompok atau pemimpin tersebut.

5. Kadang Korban Sadar Sudah Dicuci Otak

Setelah lama, korban biasanya sadar bahwa dicuci otaknya. Namun ia tidak bisa kembali dengan mudah karena kelompok pelaku pencucian otak itu tidak akan mengizinkan dia bebas dengan mudah.

Nah, tugas Anda adalah tetap menunjukkan kalau dia sudah dicuci otak. Agar ia tidak kembali ke kelompoknya.

Demikian sekilas ulasan mengenai pencucian otak, pengertian, sasaran dan ciri-cirinya. Semoga bermanfaat. (Nur Fatimah).

Leave a Reply

Your email address will not be published.