3 Orang Tiba-tiba Meninggal di Pinggiran Jalan Kota Medan dan Binjai

Pelayananpublik.id – Selama sebulan terakhir (Juli – Agustus 2019), terdata sebanyak 3 orang meninggal dunia secara tiba-tiba di pinggiran jalan kota Medan dan Binjai, Sumatera Utara.

Dari ketiga orang yang meninggal dunia tersebut, dua di antaranya diduga meninggal karena disebabkan penyakit yang diderita. Sedangkan satu lainnya belum diketahui penyebabnya.

Mereka diduga meninggal saat sedang mencari nafkah pada malam hingga pagi hari. Kerasnya kehidupan di Kota membuat beberapa dari mereka tidur di becak sembari menunggu penyewa jasa angkutan mereka.

Beberapa dari mereka ada yang tidur di tempat usaha tambal ban atau toko kelontong di pinggir jalan. Ada juga yang bekerja mengutip barang-barang bekas untuk dijual ke tengkulah barang bekas.

Mereka sering bekerja pada malam hingga pagi hari dengan mempertaruhkan kesehatan tubuhnya.

Terkait kasus itu 3 orang yang meninggal pada bulan Juli 2019 itu, Pihak kepolisian telah memeriksa jasad korban, mereka tidak menemukan adanya luka atau tanda kekerasan.

Sedangkan pihak keluarga tidak ada yang merasa keberatan karena ketiga orang tersebut diduga kuat meninggal dunia karena penyakit yang diderita.

Kasus meninggalnya orang secara tiba-tiba di pinggir jalan bukan pada bukan Juli 2019 lalu saja terjadi. Kasus seperti itu sudah acap kali terjadi di Medan.

Namun sayangnya, pihak pemerintah belum menangani kasus rakyatnya yang meninggal secara tiba-tiba di pinggiran jalan tersebut.

Warga yang meninggal tersebut biasanya ditemukan oleh orang lain yang bukan keluarganya. Atau mereka ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa oleh pengguna jalan yang kebetulan lewat.

Beberapa diantaranya merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Terkait hal ini banyak ODGJ yang tidak diketahui identitas lengkap bahkan warga atau polisi yang menemukan korban tidak mengetahui siapa keluarga korban.

Mr X Meninggal Diduga Karena Sakit

Seorang pria tanpa identitas ditemukan meninggal dunia di pinggir Jalan Veteran, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan Senin (22/7/2018).

Jasad korban pertama kali ditemukan petugas kepolisian yang sedang berpatroli. Dari identifikasi awal polisi, diduga jasad Mr X tersebut berusia 40 tahun. Jenazah sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk pemeriksaan.

“Saat dicek ternyata sudah meninggal dunia. Dari identifikasi tidak ada tanda-tanda kekerasan ditemukan di tubuh korban. Diduga korban meninggal akibat penyakit yang dideritanya,” terang Kapolsek Medan Timur, Arifin.

Tak Memiliki Tempat Tinggal, Tris Meninggal di Becak

 

Seorang penarik becak dayung bernama Tris Iriansyah Nasution (56) meninggal dunia di dalam becak, Sabtu (13/7/2019). Dia diduga meninggal akibat penyakit diabetes dideritanya.

Berdasarkan keterangan warga di sekitar lokasi, Tris tidak memiliki tempat tinggal. Setiap malam dia tidur di dalam becaknya sembari menunggu orang untuk menyewa jasanya.

Tris ditemukan dalam kondisi terbujur kaku di dalam becaknya yang terparkir di Jalan Asia simpang Jalan Logam Kelurahan Sei Rengas II, Kota Medan.

Kapolsek Medan Area, Kompol Anjas Asmara Siregar yang dikonfirmasi

“Benar. Korban meninggal dunia karena sakit yang sudah lama dideritanya. Hal itu dioerkuat dengan keterangan sejumlah saksi dan pemeriksaan pada jasad korban. Selanjutnya, personel menyerahkan jasad korban setelah pihak keluarga korban menandatangani pernyataan telah merelakan kepergian korban,” ujar Kompol Anjas.

ODGJ Meninggal, Keluarga Tak Diketahui Keberadaannya

( foto : istimewa)

Seorang pria yang biasa dipanggil Acek (64) ditemukan meninggal di Kelurahan Pekan Binjai, Kota Binjai, Kamis (15/8/2019). Pria yang diduga ODGJ itu pertama kali ditemukan telah meregang nyawa dengan posisi terlentang, tepat di depan rumah warga

Kasubbag Humas Polres Binjai, Iptu Siswanto Ginting mengatakan Acek selama 2 tahun belakangan ini sering berkeliaran di sekitar lokasi.

“Dari hasil olah TKP anggota kita di lapangan, saat ini belum ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan terhadap korban,” ungkap Siswanto.

Siswanto juga menambahkan, usai dilakukan oleh TKP, jenazah korban selanjutnya dibawa pihak kepolisian ke RSUD Dr RM Djoelham Binjai, untuk selanjutnya menyerahkan masalah tersebut kepada Dinas Sosial Binjai, dikarenakan tidak adanya keluarga korban.

“Setelah kita bawa ke rumah sakit, prihal ini akan kita serahkan kepada Dinas Sosial Kota Binjai, karena kita tidak tahu siapa keluarganya, dan disini saya jyga menghimbau, jika ada yang mengenali korban, dapat berkoordinasi dengan pihak Dinsos,” pungkas Iptu Siswanto.

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.