Pelayananpublik.id- Pelaksanaan gerakan pangan murah (GPM) yang dilakukan pemerintah di Sumut mampu menahan potensi lonjakan harga yang dimotori oleh demand (permintaan) masyarakat. Ada pola kenaikan harga yang selalu berulang saat menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
Pada saat jelang Ramadan tahun 2026, harga sejumlah kebutuhan pangan alami kenaikan. Seperti harga daging sapi yang sempat ditransaksikan dalam rentang 140 ribu hingga 160 ribu.
Setelah hari pertama lebaran harga berangsur turun dalam rentang 135 hingga 150 ribu per Kg hingga H-7 Lebaran. Dan dimulai H-7 hingga H-1 lebaran, harga biasanya akan kembali diperdagangkan dalam pola yang tidak jauh berbeda dengan saat jelang Ramadan.
Pengamat ekonomi asal Sumut Gunawan Benjamin mengatakan untuk tahun ini baik dari hasil pengamatan langsung maupun dari sejumlah panel harga seperti PIHPS (pusat informasi harga pangan strategis), harga daging sapi justru bergerak normal dan bahkan batas atas harga saat normal menunjukan angka yang lebih rendah.
Berdasarkan hasil pemantauan melalui PIHPS harga daging sapi ditransaksikan dalam rentang Rp137 ribu hingga Rp144 ribu di Kota Medan.
Di sisi lain harga daging ayam justru alami penurunan jelang Idul Fitri tahun ini. Harga daging ayam alam penurunan sekitar Rp1.000 per Kg jelang Idul Fitri.
“Saya ambil contoh dari hasil pengamatan langsung di salah satu pedagang, sebelum Ramadan harga daging ayam sempat ditransaksikan dikisaran Rp41 ribu per Kg. Dan saat ini harga daging ayam ditransaksikan Rp40 ribu per Kg,” katanya.
Pada panel harga daging ayam di PIHPS kota Medan juga menunjukan penurunan harga jelag Ramadan ini. Dalam sepekan terakhir saja harga daging ayam turun dari kisaran 43.500 menjadi 42.200 per Kg saat ini.
Hal yang sama terjadi pada harga komoditas yang kerap menyumbang kenaikan harga yang signifikan seperti cabai merah.
Jelang Ramadhan harga cabai merah sempat ditransaksikan dikisaran harga 29 hingga 42 ribu per Kg. Jelang Idul Fitri tahun ini khususnya di awal pekan. Harga cabai merah sempat menyentuh 40 ribu per Kg.
Namun harga cabai merah saat ini masih dalam rentang yang sama saat sebelum awal Ramadhan kemarin, artinya nyaris tidak alami perubahan.
“Harga kebutuhan pokok masyarakat diproyeksikan akan tetap stabil diangka yang tidak jauh berbeda saat Idul Fitri nanti. Secara keseluruhan lompatan demand jelang Idul Fitri selalu lebih tinggi dibandingkan dengan saat sebelum Ramadhan. Karena ada THR, Gaji Ke 13 hingga bonus maupun bantuan sosial yang diberikan pemerintah. Sehingga upaya yang dilakukan untuk meredam gejolak harga dalam rangkaian gerakan pangan murah (GPM) layak diapresiasi,” ujar Gunawan. (*)