IHSG terpuruk, Rupiah Sentuh 17.000

Pelayananpublik.id- IHSG pada sesi pembukaan perdagangan awal pekan ini dibuka melemah di level 7.115. Dan sejauh ini IHSG sudah terkoreksi hingga 1.5%.

Pengamat ekonomi Sumut Gunawan Benjamin mengatakan kinerja IHSG melemah seiring dengan memburuknya sentimen geopolitik yang menekan kinerja bursa saham di Asia.

“Harga minyak mentah dunia yang masih alami kenaikan memicu kekuatiran pasar dan menjadi sentimen negatif bagi bursa saham,” ujarnya Senin (16/3/2026).

Rilis data inflasi AS yang cenderung stabil sejauh ini belum menjadi katalis positif bagi pasar. Data tersebut kembali mendorong spekulasi bahwa bisa saja The Fed lebih bernada dovish terhadap kebijakan moneternya di tahun 2026 ini.

“Walaupun harga minyak mentah dunia yang masih bertahan di atas $100 per barel berpeluang picu kenaikan inflasi global,” katanya.

Selain IHSG yang alami tekanan, mata uang Rupiah juga kembali melemah pada awal pekan ini. Rupiah di sesi perdagangan awal pekan ini ditransaksikan di kisaran harga 16.980 per US Dolar. Rupiah masih berkonsolidasi dikisaran 17 ribu, dengan tekanan yang alami peningkatan.

Mata uang Rupiah berpeluang ditransaksikan di level 17.000 dengan situasi sekarang. Terlebih harga valas dalam bentuk bank notes kerap lebih tinggi dibandingkan dengan acuan harga pasar valas pada umumnya. Rupiah sejauh ini berpeluang untuk bertahan di level yang sekarang hingga penutupan.

Sementara itu harga minyak emas dunia kembali anjlok ke level $5.012 per ons troy atau sekitar 2.75 juta per gram.

“Harga minyak mentah yang naik diatas $100 per barel kembali memantik ketakutan akan memburuknya laju tekanan inflasi. Diproyeksikan harga emas masih akan berada diatas level $5.000 per ons troy, seraya menanti fluktuasi pada harga minyak mentah dunia,” katanya. (*)