Sejumlah Harga Kebutuhan Pangan Relatif Stabil, Belum Terdampak Perang Iran – AS

Pelayananpublik.id- Sejumlah harga kebutuhan pangan pokok seperti beras, cabai, daging ayam, daging sapi, telur ayam, minyak goreng, gula pasir, hingga bawang terpantau bergerak stabil di wilayah Sumut.

Meskipun untuk komoditas daging ayam masih bertahan mahal, dan harga gula pasir terpantau alami kenaikan disaat bersamaan permintaan juga terpantau naik.

Untuk harga cabai baik itu cabai merah, cabai rawit, dan cabai hijau terpantau bertahan murah. Berdasarkan pemantauan PIHPS (pusat informasi harga pangan strategis), harga cabai merah di kota medan dalam sepekan terakhir turun dari kisaran Rp26.200 per Kg (02/03), dan saat ini ditransaksikan dikisaran harga Rp25 ribu per Kg.

Dan harga relatif tidak jauh berbeda untuk sejumlah kota yang berada di pantai timur Indonesia.

Masih mengacu ke PIHPS, harga cabai rawit juga alami penurunan di Kota Medan. Dimana harga cabai rawit ditransaksikan dikisaran Rp29.800 per Kg, dari sepekan sebelumnya dikisaran Rp30.200 per Kg. Dari hasil pengamatan langsung cabai hijau ditransaksikan dikisaran Rp16 ribu per Kg.

Selanjutnya harga kebutuhan pokok lainnya seperti gula pasir alami kenaikan menjadi Rp18.450 per Kg dari posisi sepekan sebelumnya Rp18.350 per Kg mengacu PIHPS Medan.

Disusul kemudian harga minyak goreng sempat turun, dan sepekan belakangan ini stabil dikisaran Rp19.100 per Kg di Kota Medan.

Demikian halnya juga dengan daging ayam yang masih bertahan mahal dan cenderung turun dari Rp44.400 per Kg sepekan yang lalu, saat ini berada dikisaran harga 44.000 per Kg nya.

Harga beras juga masih relatif stabil Rp14.550 hingga Rp15.050 per Kg di awal pekan ini. Kegelisahan masyarakat terkait dengan dampak perang terhadap harga kebutuhan pangan pokok belum terlihat.

Pengamat ekonomi Sumut Gunawan Benjamin mengatakan bahwa hingga Idul Fitri harga bahan pangan diprediksi masih terus stabil.

‘Bahkan hingga Idul Fitri saya memproyeksikan harga akan cenderung stabil nantinya. Dampak langsung maupun tidak langsung perang Iran pada harga kebutuhan pokok itu akan terlihat dari kenaikan bahan baku pangan impor, seperti kacang kedelai, gandum hingga jagung,” katanya, Jumat (6/3/3036).

Gunawan mengatakan Perang Iran – AS berpeluang memicu kenaikan harga komoditas global yang alami kenaikan. Sementara dampak tidak langsung akan dirasakan pada kenaikan biaya distribusi plus asuransi, fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap US Dolar, pupuk, pestisida, obat-obatan dan vitamin hingga harga minyak serta sejumlah bahan baku lain yang akan berpotensi memicu kenaikan harga pokok produksi sektor pertanian.

“Sejauh ini dampak tersebut belum terasa mempengaruhi harga kebutuhan pangan pokok masyarakat. Namun memang perlu diwaspadai juga dampak perang tersebut terhadap pembentukan harga kebutuhan pangan dalam jangka waktu menengah – panjang. Karena pada dasarnya perang telah memicu kenaikan harga komoditas energi dan pangan sejauh ini, yang tentunya akan sangat berpeluang mendongkrak laju kenaikan inflasi,” ujarnya. (*)