Pasokan Tersedia Hingga Idul Fitri, Harga Bahan Pokok Tetap Rawan Naik

Pelayananpublik.id- Pasokan kebutuhan pangan di Sumut jelang Ramadan hingga Idul Fitri nantinya akan berada dalam posisi stok yang cukup. Meksipun begitu, bukan berarti tidak akan terjadi kenaikan harga sama sekali.

Faktanya, jelang Ramadan tahun ini saja harga daging sapi, daging ayam dan tomat alami kenaikan.

Apalagi beras, gula pasir dan minyak goreng, saat ini Sumut justru tengah meningkatkan produksinya seiring dengan musim panen yang mulai berjalan.

Dan bukan hanya itu, cabai merah, cabai rawit hingga sayur-sayuran lain juga terpantau stoknya cukup tersedia. Bahkan untuk bawang merah yang sebagian masih didatangkan dengan cara diimpor dari wilayah lain, diproyeksikan pasokannya juga stabil dan cukup hingga lebaran nanti.

Pengamat ekonomi Sumut Gunawan Benjamin mengatakan harga bahan pokok tetap berpeluang naik.

Demand atau permintaan yang kerap muncul selama Ramadan dan Idul Fitri nanti perlu diwaspadai. Karena demand diproyeksikan akan berfluktuasi dan bisa seketika mendorong kenaikan harga meskipun tidak serentak.

“Salah satu komoditas yang perlu diwaspadai adalah cabai merah. Karena harganya masih berpeluang sangat volatile selama 40 hari kedepan,” kata Gunawan.

Selanjutnya ada juga daging sapi, daging ayam hingga telur yang juga berpeluang mengalami lompatan permintaan yang bisa memicu kenaikan harga.

“Jadi demand atau permintaan yang naik turun berpeluang menciptakan fluktuasi pada harga pangan. Namun khusus untuk tren harganya, tetap ada yang berpeluang alami penurunan selama Ramadhan dan Lebaran nanti,” ungkapnya.

Ia mencontohkan harga gula pasir yang saat ini ditransaksikan dikisaran 17.500 hingga 18.500 per Kg, dan harga minyak goreng curah yang saat ini ditransaksikan sekitar 18.000 hinga 20 ribu per Kg. Termasuk juga harga beras yang ditransaksikan dalam rentang 13.800 hingga 14.300 per Kg di level kilang.

“Potensi penurunan seiring dengan meningkatnya produksi seiring dengan musim panen dan peningkatan produksi. Termasuk juga potensi penurunan harga CPO yang bisa mengkoreksi harga minyak goreng curah,” katanya.