Harga Kebutuhan Pangan di Sumut Naik, MBG Ikut jadi Penyebab

Pelayananpublik.id- Sejumlah kebutuhan pokok masyarakat pada awal pekan Februari alami kenaikan.

Beberapa diantaranya seperti cabai merah, daging sapi dan daging ayam.

Berdasarkan pemantauan melalui PIHPS (pusat informasi harga pangan strategis), harga cabai merah pada akhir Januari (30/01) terpantau masih dikisaran harga Rp29.400 per Kg di kota Medan, namun sejauh ini dari pengamatan langsung ditransaksikan naik dikisaran harga Rp37.000 per Kg di Kota Medan.

Selanjutnya untuk harga komoditas daging ayam, dari sebelumnya di harga Rp41.000 per Kg (30/01) di PIHPS, saat ini dibeberapa titik ditransaksikan di level Rp42.000 ribu per Kg nya.

Ditambah dengan harga daging sapi yang juga alami kenaikan dari kisaran harga Rp136.500 per Kg (29/01) dari PIHPS Kota Medan, saat ini dijual sekitar Rp140 ribuan per kg di sejumlah pedagang.

Pengamat ekonomi Sumut Gunawan Benjamin mengatakan untuk kenaikan harga cabai merah lebih banyak dipicu oleh masalah pasokan yang alami penurunan. Dampak dari penurunan pasokan di sejumlah wilayah seperti Kabupaten Batubara mulai memberikan dampak pada kenaikan harga cabai merah.

Sementara untuk daging sapi lebih dikarenakan oleh kenaikan HPP (harga pokok produksi) yang mengakibatkan terjadinya penyesuaian (naik) pada harga jual.

“Untuk daging ayam, berdsarakan hasil observasi yang saya lakukan, posisi supply pada dasarnya tidak banyak berubah dibandingkan dengan persediaan di hari normal pada umumnya. Sehingga kenaikan harga daging ayam ini diduga karena demand atau permintaan yang alami kenaikan. Dan dugaan kuat mengarah pada kenaikan demand atau permintaan dari dapur MBG,” katanya.

Namun isu kenaikan harga daging ayam ini akan mudah diatasi oleh peternak. Dimana kenaikan permintaan akan mudah untuk disesuaikan psokannya.

Ia mengatakan Selama tidak ada kenaikan pada sisi biaya produksi, maka demand push inflation pada harga ayam akan lebih mudah untuk diatasi. Terlebih harga jagung saat ini ditransaksikan turun dikisaran Rp6.150 per Kg

“Saya menilai peternak akan menanti terlebih dahulu bagaimana demand atau permintaan membentuk keseimbangan pasar. Setelah itu, peternak akan menyesuaikan perubahan pasokan dan akan kembali menciptakan titik keseimbangan baru nantinya,” kata pengamat ekonomi Sumut Gunawan Benjamin, Kamis (5/2/2026).

Yang penting, kata dia, pemerintah memahami akar masalah pembentukan harga daging ayam belakangan ini.

“Dan penekanan untuk mengendalikan pasokan dan harga bahan baku ternak memiliki urgensi lebih tinggi, dibandingkan pengendalian dari sisi permintaan,” ucapnya. (*)