Pelayananpublik.id- Pengamat Ekonomi Sumut Gunawan Benjamin memperkirakan laju pertumbuhan ekonomi Sumut pada tahun 2026 akan berada dalam rentang 5.1% hingga 5.2%, atau lebih rendah dari sebelumnya.
“Setelah mempertimbangkan sejumlah data dan kebijakan anggaran yang dilakukan pemerintah. Saya melihat bahwa pertumbuhan ekonomi Sumut masih akan didorong oleh konsumsi domestik, seiring dengan peningkatan dari sisi belanja pemerintah pusat untuk program makan bergizi gratis (MBG),” kata Gunawan, Selasa (20/1/2025)
Meski demikian, ia mengatakan dapat melihat ada efisiensi yang dilakukan pemerintah disisi lainnya, yang berakibat pada melemahnya akselerasi pertumbuhan ekonomi dari pos yang lain.
“Sejumlah sektor usaha kesulitan menggenjot pertumbuhan ditengah efisiensi belanja pemerintah pada pos tertentu. Penurunan dana transfer ke daerah menjadi salah satu masalahnya,” katanya.
Ia mengatakan sektor konstruksi menjadi sektor yang paling menderita nantinya. Sehingga ada potensi penurunan pada pengeluaran untuk dialokasikan ke aset tetap atau pembentukan modal tetap bruto.
Melemahnya PMTB menurut Gunawan juga bisa berkorelasi pada menurunnya kualitas infrastruktur yang semestinya bisa dinikmati oleh masyarakat kita.
“Nantinya kita akan melihat bagaimana melemahnya belanja pemerintah daerah akan dikompensasi dengan anggaran untuk MBG. Dan disisi lainnya, pembangunan dapur MBG (SPPG) ini masih akan terus dibangun kedepan. Yang nantinya akan berkorelasi pada belanja pemerintah yang lebih besar. Jika pemerintah mampu mendorong realisasi MBG hingga 1.700-an,” jelasnya.
Jika demikian, lanjut dia, MBG bisa mendorong pertumbuhan ekonomi Sumut sebesar 1%. Dan sejauh ini diproyeksikan kontribusi MBG untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Sumut masih di bawah 0.2%. Harapannya pertumbuhan ekonomi Sumut masih mampu dijaga pada kisaran 5% di 2026. Mengingat pertumbuhan ekonomi Sumut di tahun 2025 malambat di bawah 4.6%. (*)