IHSG Nyaris Melemah, Harga Emas Kembali Cetak Rekor Tertinggi Baru

Pelayananpublik.id- IHSG pada perdagangan hari ini hanya ditutup naik 0.8 poin, atau naik 0.01% di level 9.134,70, Selasa (20/1/2026).

Hal itu dikatakan pengamat ekonomi Sumut Gunawan Benjamin pada penutupan perdagangan bursa hari ini.

Ia menyebut kinerja IHSG nyaris tidak mengalami perubahan setelah sempat menyentuh level tertingginya 9.175.

“IHSG mayoritas ditransaksikan di zona hijau, meskipun sempat menyentuh level terendahnya 9.120. Ada 323 emiten yang mengalami penurunan, dan 336 emiten yang ditutup di zona hijau,” katanya.

Sejumlah saham yang menguat pada hari ini diantaranya adalah, ANTM, BBRI, BMRI hingga JPFA. IHSG pada perdagangan hari ini nyaris ikut terseret arus pelemahan mayoritas bursa saham di Asia.

Sementara itu, kata dia, Rupiah yang nyaris ditransaksikan 17 ribu per US Dolar justru berbalik arah setelah sempat ditransaksikan di harga 16.985 per US Dolar.

Kinerja Rupiah terpantau bergerak melemah, meskipun US Dolar pada dasarnya tidak mendapatkan topangan oleh sejumlah data keuangan AS.

“Rupiah melemah dan ditutup turun di level 16.945 per US Dolar. Sementara itu harga emas dunia kembali mencetak rekor tertinggi baru di level $4.726 per US Dolar, atau sekitar 2.58 juta per gram,” sebut dia.

Namun jika berbicara harga emas batangan di level konsumen, saat ini sudah ada yang ditransaksikan diatas angka 3 juta per gram.

“Harga emas di pasar sangat beragam ditengah tren kenaikan harga emas belakangan ini. Ragam harga yang terbentuk di pasar pada dasarnya juga mencerminkan potensi resiko koreksi yang diperhitungkan oleh para pedagang,” katanya.

Hal ini wajar disaat kenaikan harga yang tajam secara alamiah akan mendorong ketakutan potensi koreksi dalam jangka pendek. (*)