IHSG dan Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi Baru, Rupiah Ditutup Menguat

Pelayananpublik.id- IHSG pada perdagangan hari ini, Rabu (14/1/2026) ditutup menguat 0.94% di level 9.032,584.

Pengamat ekonomi Sumut Gunawan Benjamin mengatakan untuk pertama kalinya IHSG ditutup di atas level psikologis 9.000, meskipun beberapa kali sempat melewati level psikologis tersebut selama sesi perdagangan berlangsung sebelumnya.

“Penguatan IHSG ditopang oleh membaiknya kinerja mayoritas bursa saham di Asia. Dan ditopang oleh kinerja positif sejumlah emiten saham seperti BUMI, ANTM, GOTO, BMRI hingga TINS. Penguatan bursa saham di Asia juga tidak bisa terlepas dari kinerja positif surplus neraca perdagangan China,” katanya.

Dimana neraca dagang China pada bulan Desember membukukan angka sebesar 808.8 Milyar US Dolar, dibandingkan dengan ekspektasi sebelumnya dikisaran 805 Milyar.

Meski demikian, kata Gunawan, kinerja mata uang Rupiah yang ditutup menguat di level 16.855 per US Dolar juga turut mendorong penguatan pada IHSG.

Rupiah berbalik arah setelah rilis data inflasi AS diperkirakan masih akan memberikan kesempatan kepada The Fed untuk memangkas besaran bunga acuannya. Padahal di sesi perdagangan awal dikuatirkan Rupiah akan mengalami tekanan.

Disisi lain harga emas dunia ditransaksikan naik dikisaran harga $4.635 per ons troy, atau sekitar 2.52 juta per gram. Emas kembali cetak rekor tertinggi barunya ditengah memburuknya tensi geopolitik global.

Laju tekanan inflasi di AS juga turut memicu peningkatan harga emas dunia. Ditambah lagi ketidakpastian yang memicu pasar cenderung mengakumulasi emas ketimbang instrumen keuangan lain. (*)