Rupiah Melemah Dekati 16.900, IHSG dan Emas Menguat Parkir di Zona Hijau

Pelayananpublik.id- IHSG selama sesi perdagangan hari ini ditransaksikan dalam rentang yang cukup lebar antara 8.841 – 8.956, Selasa (13/1/2026).

Pengamat ekonomi Sumut Gunawan Benjamin mengatakan IHSG menguat tajam di menit terakhir perdagangan, setelah sempat alami tekanan jual cukup signifikan di sesi perdagangan kedua. IHSG menguat ditengah membaiknya kinerja mayoritas bursa saham di Asia.

“Emiten yang turut menopang kinerja IHSG pada perdagangan hari ini diantaranya adalah ADRO, BBRI, ANTM, ASII hingga TLKM. Namun sejumlah saham besar yang membebani kinerja IHSG pada perdagangan hari ini diantaranya adalah BUMI, BRPT, MEDC, BULL hingga RATU,” jelasnya.

Disisi lainnya, kinerja IHSG juga terbebani oleh memburuknya kinerja mata uang Rupiah. Pada hari ini Rupiah ditutup melemah pada level 16.860 per US Dolar.

Selama sesi perdagangan berlangsung IHSG ditransaksikan dalam rentang 18.850 hingga 18.880.

“Tekanan yang terjadi pada mata uang Rupiah lebih dominan dipicu oleh kenaikan imbal hasil US Treasury 10 tahun di level 4.169%, ditambah dengan kenaikan pada USD Indeks di level 98.9,” lanjut Gunawan.

Terpisah harga emas dunia ditransaksikan menguat ke level $4.590 per ons troy, atau masih sekitar 2.5 juta per gram.

Secara teknikal emas masih berkonsolidasi dikisaran harga psikologis 4.600. Dan secara fundamental emas masih memiliki kesempatan untuk menembus level psikologis 4.600. Emas menguat ditengah tekanan yang dialami Bank Sentral AS. (*)