Pelayananpublik.id- Data serapan tenaga kerja AS diluar sektor pertanian pada bulan Desember merealisasikan angka 41 ribu, yang masih lebih rendah dibandingkan dengan ekspektasi pasar sebelumnya sebanyak 49 ribu.
Pengamat ekonomi Sumut Gunawan Benjamin mengatakan data dari AS tersebut kian menguatkan narasi bahwa The Fed atau Bank Sentral AS masih berpeluang untuk melonggarkan kebijakan moneternya, dan berpeluang untuk melakukan pemangkasan bunga acuan di masa mendatang.
“Kinerja pasar saham di AS sendiri mengalami koreksi pada perdagangan sebelumnya. Namun bursa saham di Asia justru bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Sementara itu, kinerja IHSG di sesi pembukaan perdagangan menguat ke level 8.946. Pelaku pasar saat ini tengah menanti rilis data cadangan devisa oleh Bank Indonesia. Dimana data tersebut lebih berpeluang memberikan pengaruh pada kinerja mata uang rupiah dibandingkan terhadap IHSG,” katanya.
Mata uang Rupiah pada sesi perdagangan pagi ditransaksikan melemah ke level 16.790 per US Dolar. Baik Rupiah dan IHSG berpeluang berada di bawah tekanan seiring dengan memanasnya tensi geopolitik pada saat ini. Setelah kabar penangkapan Presiden Maduro, pelaku pasar saat ini tengah mengamati rencana Presiden AS untuk menganeksasi wilayah Greenland.
Kabar tersebut kian memicu ketidakpastian pasar, yang berpeluang menciptakan volatilitas yang signifikan di pasar keuangan maupun komoditas.
Meskipun sebagian pihak menilai upaya AS tersebut merupakan bagian dari negosiasi AS ke Denmark.
Terpisah harga emas dunia ditransaksikan stabil cenderung sedikit melemah ke level $4.458 per ons troy, atau masih dikisaran harga 2.41 juta per gram.
“Secara fundamental emas masih memiliki peluang menguat ditengah kondisi politik dunia yang tidak stabil,” kata Gunawan. (*)