IHSG dan Emas Masih Lanjutkan Penguatan, Rupiah Bergerak Sideways

Pelayananpublik.id- Data indeks manufaktur AS (ISM Manufacturing) pada bulan Desember turun menjadi 47.9 dari posisi sebelumnya di level 48.3.

Rilis data manufaktur AS tersebut faktanya tidak memicu koreksi pada kinerja bursa saham di AS. Sejauh ini sentimen penguatan kinerja pasar saham masih dipengaruhi oleh dinamika geopolitik yang menghangat.

Demikian dikatakan pengamat ekonomi Sumut Gunawan Benjamin, Selasa (6/1/2026).

Ia menjelaskan Pasar saham di Asia pada perdagangan pagi ini mayoritas ditransaksikan menguat. IHSG pada sesi pembukaan perdagangan dibuka menguat di level 8.890.

“Minimnya agenda ekonomi yang dirilis pada pasar keuangan di Asia membuka ruang bagi IHSG untuk bergerak mengikuti pola pergerakan bursa saham di Asia dalam rentang 8.830 hingga 8.930,” katanya.

Sementara itu, lanjut dia, mata uang Rupiah pada sesi perdagangan pagi ini ditransaksikan melemah tipis ke level 16.740 per US Dolar. Kinerja mata uang Rupiah berpeluang bergerak sideways cenderung menguat dalam rentang 16.720 hingga 16.755 per US Dolar.

“Potensi penguatan Rupiah terjadi ditengah stabilnya imbal hasil US Treasury 10 Tahun di level 4.173%, serta melemahnya USD Index dikisaran level 98.32,” ungkapnya.

Terpisah, harga emas dunia masih alami penguatan dikisaran level $4.453 per ons troy atau dikisaran 2.4 juta per gramnya.

“Kinerja harga emas dalam tren positif seiring kekuatiran terjadinya kenaikan inflasi ditengah memanasnya tensi geopolitik belakangan ini. Ketidakpastian akan kinerja perekonomian kedepan juga menjadi pemicu akumulasi emas yang dilakukan investor,” katanya. (*)