Bobby Sebut Emas Penyumbang Inflasi Di Sumut Pada Bulan September, Ini Tanggapan Pengamat Ekonomi

Pelayananpublik.id- Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin menyorot pernyataan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, yang menyatakan bahwa emas menjadi salah satu penyumbang tertinggi inflasi di bulan September memang benar adanya.

“Kalau saya mencermati pernyataan beliau yang mengatakan bahwa penyebab inflasi yang utama adalah volatile food, selanjutnya adalah harga emas. Maka pernyataan tersebut benar adanya,” ujarnya, Minggu (26/10/2025).

Ia menjelaskan, bedanya adalah volatile food itu masuk dalam kategori atau kelompok barang yang menjadi penyumbang inflasi, sementara emas adalah komoditasnya yang justru masuk dalam kategori perawatan pribadi dan jasa lainnya.

“Jadi kontribusi utama kenaikan harga emas datang dari komoditas cabai merah yang kontribusinya 0.85% secara bulanan,” sebut Gunawan.

Selanjutnya, kata dia, harga emas yang memberikan kontribusi inflasi sebesar 0.51% secara month to month.

“Jadi memang tidak ada yang salah dari pernyataan Gubernur Sumut, walaupun dinarasikan banyak orang bahwa emas itu seolah-olah yang disalahkan oleh Gubsu menjadi pemicu inflasi. Saya menilai Gubsu hanya memaparkan rilis data inflasi yang dikeluarkan oleh BPS (badan pusat statsitik) Sumut,” terangnya lagi.

Ia menyimpulkan selama ada belanja masyarakat untuk emas, dan harga emas itu mengalami kenaikan. Maka jelas komoditas emas tersebut menjadi penyumbang inflasi.

“Jadi sebenarnya kalau mau dipertanyakan atau diperdebatkan, saya menilai satu-satunya yang bisa diperdebatkan adalah bobot emas terhadap inflasi. Dan itupun ranahnya ada di BPS bukan di Gubsu,” ucapnya.

Kalau terkait dengan kenaikan harga emas, kata Gunawan, ini jelas kenaikan harga emas di Sumut, di Indonesia atau di dunia terjadi serentak belakangan ini. Tidak bisa dipungkiri kalau harga emas itu dalam tren naik sejak agustus lalu. Jadi kenaikan harga emas ini adalah fenomena global, dan memang diluar kendali Gubsu untuk mengontrol harga emas.

“Nah yang perlu dilakukan Gubsu adalah fokus pada pengendalian inflasi yang bersumber dari gangguan pasokan maupun demand yang dialami oleh Sumut sendiri. Seperti yang terjadi saat ini adalah gejolak harga cabai khususnya cabai merah. Namun bukan sebuah kesalahan jika kenaikan harga emas diutarakan sebagai salah satu penyebab inflasi, karena faktanya harga emas naik juga terjadi di banyak daerah lain di Indonesia dan memang faktanya emas menyumbang inflasi dari rilis data BPS,” tutupnya. (*)