Pria Tewas Terjun dari Fly Over Jamin Ginting Ternyata Pelaku Pembunuhan Istrinya

Pelayananpublik.id- Warga Medan digegerkan dengan peristiwa bunuh diri seorang pria berinisial DRT (37) dari fly over (jembatan layang) Jamin Ginting Jumat 11 Juli kemarin pukul 07:30 WIB.

Polisi mengatakan tangan korban saat itu berlumuran darah.

Ternyata DRT juga merupakan pelaku pembunuhan terhadap istrinya SG (39). Ia diduga menusuk istrinya hingga tewas lalu bunuh diri dengan melompat dari fly over.

Saat warga akan memberitahukan kabar tersebut ke istrinya, tak disangka sang istri juga ditemukan tewas di kamarnya pukul 08:30 WIB.

Kanit Reskrim Polsek Deli Tua Iptu Junaidi Karosekali mengatakan, awalnya pihaknya mendapat laporan adanya seorang pria bunuh diri di fly over Jamin Ginting.

Kemudian mereka mendatangi lokasi kejadian dan korban sudah dibawa ke rumah sakit.

Nahas, diperjalanan, korban sudah dinyatakan meninggal dunia akibat luka yang dialami.

“Saksi yang membawa korban menerangkan bahwa korban diperjalanan menuju RS Bina Kasih Sunggal sudah meninggal dunia,”kata Kanit Reskrim Polsek Deli Tua Iptu Junaidi Karosekali, Sabtu (12/7/2025).

Setelah korban bunuh diri dan dinyatakan meninggal dunia, kemudian warga memberitahu keluarga korban.

Saat didatangi oleh keluarganya ke kediaman korban di Komplek Perumahan NicoLand, Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor di dalam rumah hanya ada anak korban yaitu DN (6).

Begitu tiba sekira pukul 08:30 WIB, kondisi rumah masih sama seperti sebelumnya, mobil Toyota Kijang Innova terparkir di teras kondisi menyala dan pintu utama rumah terbuka.

Saat adik korban bernama Selly masuk ke dalam rumah, melihat anak korban berinisial DN (6) sedang menonton televisi dan menanyakan keberadaan ibunya, SG.

Anak berusia 6 tahun itu menjawab pertanyaan tantenya, kalau sang ibu berada di dalam kamarnya.

Selanjutnya Selly membuka pintu kamar, lalu masuk melihat SG sudah telungkup bersimbah darah dengan kondisi tanpa busana di lantai.

“Saksi terkejut melihat korban (Sanika Boru Ginting) sudah dalam keadaan telungkup bersimbah darah tanpa mengenakan pakaian di lantai kamar,”sambung Iptu Junaidi.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Bayu Putro Wijayanto mengatakan, hal ini terungkap setelah pihaknya melakukan rangkaian penyelidikan dan penyidikan.

Meski demikian, Polisi belum bisa mengungkap motif DRT membunuh istrinya dengan keji.

Yang pasti, kata Bayu, ada permasalahan yang memicu terjadinya pertengkaran berujung DRT menusuk istrinya menggunakan pisau.

“Ya, memang, dari hasil investigasi, penyidikan. Memang ada suatu hal kecil yang mengakibatkan serangkaian hal tersebut. Memang dibunuh menggunakan pisau beberapa kali diarahkan ke dada dan perut yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” katanya. (*)